MDINEWS – Hujan deras yang terus mengguyur beberapa wilayah di Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir memicu meluapnya aliran sungai dan banjir bandang, mengakibatkan ribuan warga terdampak serta aktivitas sehari-hari terganggu. Laporan dari sejumlah titik menunjukkan kondisi darurat masih berlangsung dan penanganan terus dilakukan oleh pemerintah serta tim SAR.
Kabupaten Karawang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana banjir bandang. Data terakhir mencatat sekitar 14.349 jiwa terdampak, dengan korban meninggal dunia dilaporkan dalam peristiwa ini. Air merendam ribuan rumah dan ratusan keluarga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tim dari pemerintah provinsi turun langsung untuk membuka dapur umum, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan evakuasi warga terdampak.
Di Kota Bekasi, banjir juga tercatat terjadi di 12 titik lokasi akibat hujan deras disertai angin kencang sejak dini hari. Banjir melanda permukiman dan jalan-jalan utama, memaksa sebagian warga untuk mengungsi sementara ke titik aman.
Berdasarkan data pemerintah daerah, selain Karawang dan Bekasi, sejumlah daerah lain di Jawa Barat yang turut menjadi titik banjir adalah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung Barat. Luapan sungai serta buruknya sistem drainase menjadi faktor penyebab banjir di beberapa wilayah ini.
Di Sukabumi, banjir terjadi akibat luapan sungai Cimandiri yang merendam beberapa desa di Kecamatan Cireunghas, membuat puluhan rumah tergenang dan akses jalan terganggu. Warga setempat berjuang mengamankan barang-barang berharga sambil menunggu bantuan merata dari BPBD setempat.
Sebelumnya, hujan deras bahkan sudah memicu banjir bandang di Bandung Barat, khususnya di wilayah Mukapayung, dengan arus air deras yang menerjang permukiman sejak beberapa pekan lalu. Kondisi ini semakin memperburuk situasi wilayah selatan Bandung Raya.
Upaya mitigasi bencana terus dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan menerapkan modifikasi cuaca di beberapa titik Jawa Barat untuk menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memperburuk kondisi banjir. Selain itu, distribusi logistik dari Kementerian Sosial telah digelar di Karawang, termasuk makanan siap saji, tenda keluarga, matras, selimut, hingga paket kebutuhan anak-anak.
Warga terdampak dilaporkan mengalami gangguan akses ke layanan dasar, termasuk pendidikan dan perekonomian. Banyak rumah tergenang, fasilitas umum tidak berfungsi optimal, dan beberapa pengungsi membutuhkan dukungan psikososial akibat trauma banjir bandang. Pemerintah terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan BPBD setempat jika terjadi perubahan cuaca.
Bencana banjir di Jawa Barat saat ini masih menjadi perhatian serius semua pihak. Titik-titik terdampak tersebar mulai dari Karawang, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Subang, hingga Bandung Barat. Penanganan terus dilakukan, namun warga tetap diminta waspada menghadapi curah hujan yang masih tinggi dan potensi luapan sungai kembali terjadi.
(Dari berbagai sumber)







