width=
width=

Salat Idul Fitri di Al – Zaytun Viral, Ini Kata Datuk Sedayu

MDI NEWS | JAKARTA, – Pondok Pesantren Al – Zaytun viral, bermula dari unggahan akun @kepanitiaanalzaytun di Instagram tentang kegiatan Salat Idul Fitri di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Al – Zaytun, Sabtu (22/4/2023).

Menuai kontroversial terlihat unggahanya yang memperlihatkan saf bercampur antara laki-laki dan perempuan.

Dalam cuitannya di kolom komentar, “min minta penjelasannya dong ibu-ibu bisa didepan berjejer sama laki-laki itu gimana? Mungkin ilmu agama saya kurang,” kata netizen.

Dalam unggahannya, @kepanitiaanalzaytun menyampaikan beberapa link berita dari kemenag

https://kemenag.go.id/nasional/di-depan-baitullah-pria-dan-wanita-derajatnya-sama-m6jb9s

Selain itu, @kepanitiaanalzaytun mengirimkan link YouTube dalam komentarnya, https://m.youtube.com/shorts/aoijn9nEWrE.

Untuk mempertegas lagi, @kepanitiaanalzaytun mengirimkan link YouTube https://youtu.be/zE6eDPoYPig

Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Republik Datuk Sir Agung Sedayu menanggapi komentar dari beberapa pihak terkait dengan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Al – Zaytun, Indramayu, begitu dasyat komentarnya, seakan apa yang dilakukan oleh Alzaytun dalam penylenggaraan Sholat Eid adalah sebuah kesesatan, begitu dasyatnya sehingga terkesan menggurui, bahkan mencoba untuk mengalihkan persoalan ke hal-hal lain yang syarat dengan kebencian.

Lebih lanjut, seorang sahabat bertanya kepada saya tentang apa yang mereka ungkapkan. “Saya hanya menjawab ringan saja,” kata dia sambil menanyakan kepada sahabat yang sudah berhaji dan umrah berkali kali.

Apakah Anda pernah melihat wanita yang sholat dalam kelompok pria di Masjidil Haram?,” tanya Datuk.

“Sanga kawan menjawab pernah”.

Kemudian Datuk bertanya, apakah sholat mereka (para wanita dan pria tersebut) tidak sah atau batal. Jika hal itu membatalkan sholat, maka pihak yang berwenang di Masjidil Haram dengan tegas melarangnya,” ucapnya.

“Kini mungkin sudah ada penertiban dengan semakin luasnya Masjid, namun di sudut-sudut tertentu masih menjadi pemandangan yang lumrah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WWW.MDI.NEWS