width=
width=

Trend Remontada Dalam Kompetisi Laga Sepak Bola Dunia 

MDI.NEWS |Bekasi Kota – Dari hasil penelusuran literasi tentang sejarah, istilah remontada bisa jadi merupakan warisan dari Imperium Romawi Kuno (753 SM – 476 M). Bahasa Latin yang dominan pada masa itu berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasa modern hingga kini.

 

Remontada berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “kembali” atau “kebangkitan.” Istilah ini menjadi sangat populer dalam kompetisi sepak bola dunia, terutama di belahan Eropa seperti Spanyol, serta di Amerika Latin. Remontada merujuk pada kemampuan sebuah tim untuk membalikkan keadaan atau melakukan comeback (istilah yang populer di Liga Inggris) setelah tertinggal dalam skor.

 

Dalam sejarah kompetisi sepak bola dunia, remontada sering terjadi pada momen-momen penting, ketika tim-tim besar berjuang merebut gelar juara atau mempertahankan peluang untuk melaju ke babak berikutnya. Berikut beberapa contoh remontada terbaik yang terjadi di Liga Champions:

 

  • Barcelona vs PSG (2017)
    Barcelona kalah 0-4 pada leg pertama, lalu bangkit dan menang 6-1 pada leg kedua. Barcelona menang agregat 6-5.
  • Liverpool vs Barcelona (2019)
    Liverpool kalah 0-3 pada leg pertama, lalu membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 di leg kedua. Liverpool menang agregat 4-3.
  • Ajax Amsterdam vs Tottenham (2019)
    Ajax kalah 0-1 pada leg pertama, tetapi menang 3-2 pada leg kedua. Ajax lolos berkat keunggulan gol tandang.

Kabar terbaru, semangat remontada kini juga mulai merambah ke Liga Eropa. Klub raksasa Manchester United (MU) berhasil menang dramatis pada Jumat, 18 April 2025 dini hari saat menghadapi Lyon dengan agregat skor 5-4.

 

Pertandingan ini dimulai dengan suasana heroik, ditandai dengan pemasangan tifo (spanduk raksasa) pertama kali di markas MU, Old Trafford. Tifo bertuliskan “Never Gonna Stop” tersebut dipasang di tribun Sir Alex Ferguson sebagai simbol janji bahwa MU akan berjuang sampai akhir, apapun rintangannya.

 

Pada babak pertama, MU unggul 2-0. Namun, dalam rentang menit ke- 71 hingga 77, Lyon berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Dalam tambahan waktu, Lyon—meski bermain dengan 10 orang setelah satu pemain dikartu merah—mengejutkan dengan mencetak dua gol berturut-turut, membuat skor menjadi 4-2.

 

Saat harapan mulai menipis, MU justru menunjukkan semangat remontada yang luar biasa:

  • Menit 114: Tendangan penalti Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan menjadi 3-4.
  • Menit 120: Pemain muda bertalenta, Kobbie Mainoo, menyamakan skor menjadi 4-4.
  • Menit 120+1: Sundulan heroik Harry Maguire memastikan kemenangan MU dengan skor agregat 5-4, mengguncang seluruh penjuru Old Trafford, “Teater Impian”.

Kemenangan ini mengantarkan MU ke babak semifinal Liga Eropa.

 

Kini, tren dan semangat remontada terus merambah dan berdiaspora ke seluruh penjuru dunia.
Akankah bangsa Indonesia juga mampu menggelorakan semangat remontada dalam menyongsong Indonesia Emas 2045?
Tunggu tulisan saya berikutnya.

(Dari berbagai sumber)

Imam Setiadi -AsMEN

Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS