MDI.NEWS | Bekasi – Indonesia memiliki luas daratan 1.919.440 km² dan terdiri dari 17.508 pulau dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik di daratan maupun di lautan.

Menurut data Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL pada era Kabinet Kerja Presiden Ir. Joko Widodo, luas daratan Indonesia hanya mencakup 35% dari total wilayah, sementara 65% lainnya adalah lautan.
Sebagian masyarakat Indonesia berpendapat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan karena memiliki ribuan pulau. Namun, sebagai jurnalis yang terdidik di abad ke-21, saya memiliki pandangan berbeda. Dengan luas perairan yang mencapai 65% dari total wilayah, saya berpendapat bahwa Indonesia adalah negara maritim yang di dalamnya terdapat ribuan pulau, sambung-menyambung menjadi satu—itulah Indonesia.
Indonesia memiliki beberapa aspek penting dalam kondisi geografisnya yang sangat potensial, yaitu:
1. Letak Geografis
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih dari 17.000.
Secara teritorial, Indonesia memiliki posisi strategis, diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, serta terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.
2. Topografi
Indonesia memiliki wilayah pegunungan yang luas, seperti Pegunungan Jaya Wijaya di Papua.
Dataran rendah juga membentang luas, terutama di pulau-pulau besar seperti Jawa dan Sumatera.
3. Iklim Tropis
Indonesia beriklim tropis dengan suhu yang relatif tinggi serta perubahan cuaca yang mengikuti pola musim hujan dan kemarau sepanjang tahun.
4. Sumber Daya Alam
Indonesia memiliki hutan tropis yang luas, menjadi salah satu kekayaan ekosistem yang sangat beragam.
Selain itu, Indonesia kaya akan sumber daya mineral seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
Dengan kondisi geografis ini, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi serta pelestarian hutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem global.
Hutan yang luas dan keanekaragaman hayati yang berkembang memberikan kontribusi besar terhadap produksi oksigen dunia. Salah satu contohnya adalah Hutan Papua yang sering disebut “paru-paru dunia”, yang kaya akan pepohonan dan keanekaragaman hayati, sehingga menjadi penyumbang oksigen yang sangat signifikan.
Dikutip dari beberapa sumber dan menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas hutan Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebesar 117,29 juta hektare. Angka ini menurun dari tahun 2010 yang mencapai 120 juta hektare. Penurunan ini disebabkan oleh deforestasi yang antara lain diakibatkan oleh pembalakan liar, pembukaan lahan ilegal, lemahnya penegakan hukum, dan kurangnya ketegasan pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan. Padahal, kondisi hutan tropis Indonesia sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim global.
Menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Selain hutan tropis, faktor lain yang turut meningkatkan produksi oksigen global adalah keberadaan fitoplankton di perairan Indonesia. Fitoplankton adalah organisme mikroskopis yang hidup di air dan melakukan fotosintesis, memainkan peran penting dalam produksi oksigen global. Diperkirakan, sekitar 50–85% oksigen dunia dihasilkan dari fotosintesis fitoplankton. Luar biasa!
Mari kita jaga hutan tropis Indonesia dan lestarikan ekosistem alam untuk menyongsong kebangkitan Indonesia Emas 2045.
Imam Setiadi – AsMEN







