width=
width=

Nina Suzana : Nyuci Perabotan Merupakan Budaya Depok yang Harus dilestarikan dan Dikembangkan

MDI.NEWS – Depok. Lebaran Depok selalu dirayakan setiap tahun di kota Depok. Merupakan sebagai upaya melestarikan budaya dan adat istiadat masyarakat kota Depok dalam merayakan hari raya Idul Fitri.

Nina Suzana Pj Sekda Depok Bersama Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah Merayakan Lebaran Depok di Rumah Budaya Kumpulan Orang Orang Depok dalam Rangkaian Nyuci Perabotan.

Nyuci Perabotan merupakan rangkaian dari kegiatan Lebaran Depok yang dilaksanakan pada hari, Senen 12 -17 Mei 2025 di Rumah Budaya Rawa Denok Kota Depok yang diselenggarakan oleh Kumpulan Orang Orang Depok ( KOOD).

 

Turut hadir Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah sekaligus membuka acara Lebaran Depok Nyuci Perabotan.

 

Sekretaris Umum Kumpulan Orang Orang Depok ( KOOD) Nina Suzana mengatakan Kepada Awak Media Online MDI. NEWS pada acara Nyuci Perabotan Alhamdulillah hari ini di rumah budaya ada acara Nyuci Perabotan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Lebaran Depok . Kemaren Ngubek Empang dan hari ini Nyuci Perabotan  ini bagian tradisi orang Depok tempo dulu.

Sebelum Lebaran biasanya ada yang Ngubek Empang, Nyuci Perabotan , Motong Kebo Andil, ada Kepasak atau Nyedengin Baju .

Perabotan Masak Orang Orang Depok dahulu yang digunakan untuk memasak hari raya idul fitri.

Kita dari Kumpulan Orang Orang Depok dan pemerintah Depok ingin mengembangkan , mengenalkan Budaya kepada anak anak kita, cucu kita bahwa ini adalah tradisi orang orang Depok tempo dahulu dan mereka harus mengetahui bahwa ini adalah bagian dari budaya kita yang harus dilestarikan dan dikembangkan.

” Alhamdulillah antusiasme pengunjung yang datang hari ini sangat luar biasa. Selain kegiatan Nyuci perabotan ada tampilan -tampilan Seni Budaya mulai dari Tari – tarian, Pencak Silat , dan Gambang Kromong yang merupakan musik khas Betawi”, ujarnya.

Dari kita juga punya musik Gambang Kromong Kinan Cisalak yang sudah cukup terkenal.

Di Rumah Budaya kita mengumpulkan barang barang yang memang sudah langka di rumah tangga seperti Pane, Kukusan, Dandang, Penggorengan , Wajan yang sudah tua, Centong, dan itulah yang kita cuci karena kita juga masih menggunakan Dapur Luweng yang tidak pakai kompor hanya mengunakan kayu bakar untuk memasak tempo dahulu.

” Kita dari Kumpulan Orang Orang Depok membuat Rumah Budaya termasuk Panggung, Blandongan, Tarub ,Rumah modern atau Belanda yang kita namakan Rumah Budaya yang bertujuan untuk memperkenalkan bahwa ini adalah rumah Nenek Kakek kita”, kata Pj Sekretaris Daerah Depok.

Nina Suzana Sekretaris Umum Kumpulan Orang Orang Depok Sedang Mencicipi Makanan Kuliner Khas Betawi Depok Uli Ketan.

Kita mencoba membuat replikasi rumah adat orang dahulu dan Alhamdulillah ini menjadi edukasi buat anak anak pelajar banyak anak anak sekolah baik SD, SMP, SMA yang datang kesini dan KOOD bekerjasama dengan Dinas Pendidikan kita kenalkan yang dimana mereka kenal kukusan, Luweng, Dandang, dan Langkan.

“Lebaran Depok diperingati setiap tahun, namun baru ini ada yang berbeda yaitu Nyuci Perabotan . kegiatan Ngubek Empang dan Nyedengin Baju sering kita lakukan. Motong Kebo Andil, Ngedodol kita lakukan hingga menjadi tradisi”, jelasnya.

“Kegiatan Ngedodol, Ngubek Empang, Nganyam Ketupat kita buat lomba agar masyarakat tertarik . Jadwal lebaran Depok selanjutnya yaitu Ngedodol yang diadakan di GDC supaya masyarakat tahu”, tambahnya.

Potong Kebo Andil di Alun Alun Depok yang kita simboliskan motong Kebo satu ekor yang akan dimasak buat lebaran. Nah, puncaknya nanti hari sabtu 17 Mei 2025 nanti kita makan bersama sama pakai ambeng di Alun alun dan tamu yang datang nanti kita kasih makan pakai ambeng bukan prasmanan .

Orang Depok makan pakai ambeng kalau ada acara perayaan Hajatan Lebaran. Menu hanya pakai semur Kebo, ikan Pesmol, sayur acar Kuning, Telor di cabein, Bubur Kacang. Itulah jasa menu orang dahulu . Tapi kalau kita makan rame rame rasanya nikmat.

Acara Ngubek Empang itu sudah yang ketiga kalinya .Merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lebaran Depok. Rangkaian kegiatan Lebaran Depok yang pertama hanya per Kecamatan, Kedua juga masih Per Kecamatan, kemudian yang viral kemaren itu kegiatan Ngubek Empang yang ketiga karena kami menyediakan empang yang besar dan ikan yang kami sebar sebanyak 1,3 Ton.

Acara perlombaan bukan hanya per Kecamatan saja namun kita libatkan perangkat daerah, OPD, Pramuka, DPRD Kota Depok, Komunitas dan Masyarakat Depok. Masyarakat yang ikut menyaksikan juga membludak tidak terkendali kan jadi ikut juga turun Ngubek Empang tapi yang ikut lomba peserta kita kasih tanda.

“Pesta rakyat Ngubek Empang adalah bagian dari Lebaran Depok dan kita juga menjadi senang . Bahwa masyarakat yang hadir menjadi tahu tentang budaya betawi Depok. Budaya Ngubek Empang disetiap kesempatan kami sampaikan”, paparnya.

Peserta bukan hanya orang tua namun anak anak pun ikut juga turun Ngubek Empang. Alhamdulillah budaya ini bisa tersampaikan oleh generasi penerus .

Kegiatan acara Lebaran Depok masih kita manage sendiri dan kita gandeng dengan dinas Poryata, Pemda Kota Depok dan dengan Kumpulan Orang Orang Depok ( KOOD). Kegiatan ini hasil dari kolaborasi antara Pemda Kota Depok dengan Kumpulan Orang Orang Depok dan kita menggandeng dengan para pengusaha yang ada di Kumpulan Orang Orang Depok.

Kami menerima semua partisipasi dari mereka ada yang berupa uang dan juga barang untuk kegiatan acara lebaran Depok.

“Alhamdulillah untuk biaya menjadi hemat dan betul betul bisa dinikmati oleh masyarakat Depok “, ucapnya.

Harapan dan pesan tentang pengembangan Budaya dan Seni budaya termasuk bahasa . Kumpulan Orang Orang Depok itu mempunyai tiga program yaitu pertama mengembangkan budaya Seni dan Bahasa. Misal bahasa Jojogan itu artinya adalah Halaman ini merupakan bahasa daerah Depok yang harus tersampaikan kepada anak anak muda sehingga mereka menjadi tahu.

Harapan kita bisa terinformasikan kepada generasi generasi muda dan berharap bahasa Depok bisa menjadi muatan lokal di sekolah dan ini sedang kita upayakan. Bukan suatu hal yang mudah karena kita harus menyiapkan guru , mentor dan lain sebagainya.

 

Wartawan : Kerry

 

WWW.MDI.NEWS