width=
width=

Rekrutmen TNI AD 2025: Kesempatan Emas Jadi Prajurit Tamtama dan Bintara, Ini Detailnya!

MDI.NEWS – TNI Angkatan Darat (AD) kembali membuka rekrutmen untuk calon prajurit Tamtama dan Bintara Prajurit Karier (PK) Gelombang II tahun 2025 dengan total kuota mencapai 24.000 formasi.

Pendaftaran dibuka hingga 8 Juni 2025 dan terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menegaskan bahwa jumlah formasi tersebut merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang untuk memperkuat struktur pertahanan nasional.

Ia juga menyebutkan bahwa animo pemuda Indonesia untuk bergabung dengan TNI AD terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Berantas Premanisme, Kapolri Sidak ke Polsek Samarinda Kota

Data menunjukkan bahwa hingga saat ini terdapat 107.365 pendaftar calon tamtama, dengan 38.835 peserta yang telah tervalidasi.

Selain peningkatan kuantitas, kualitas dan semangat nasionalisme generasi muda juga semakin baik.

Dalam lima tahun terakhir, realisasi rekrutmen TNI AD selalu melebihi target, bahkan mencapai 114,4 persen pada tahun 2023.

Kebutuhan personel baru ini sejalan dengan Doktrin Pertahanan Negara 2023 yang menekankan pembangunan sistem pertahanan mandiri, kuat, dan berbasis kewilayahan.

Sebagai bagian dari implementasi, TNI AD akan membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Setiap batalyon akan menempati lahan seluas 30 hektar dan terdiri dari empat kompi fungsional: pertanian, peternakan, medis, dan zeni.

Konsep ini menegaskan bahwa prajurit TNI AD tidak hanya siap tempur, tetapi juga menjadi kekuatan pembangunan di tengah masyarakat.

Rekrutmen dibuka untuk dua jenjang kepangkatan, yaitu Tamtama dan Bintara, dengan peran yang berbeda.

Tamtama bertugas langsung di lapangan seperti patroli dan pengamanan, sedangkan Bintara berperan sebagai pembimbing dan penghubung antara Tamtama dan perwira.

Baca Juga: 2.500 Ulubalang Lampung Bersiap Mengepung Para Preman Yang Mendatangi Universitas Malahayati

Syarat umum pendaftaran meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 17 tahun 9 bulan hingga maksimal 22 tahun saat pendidikan dimulai, sehat jasmani dan rohani, tidak bertato, tidak berkacamata, tidak memiliki catatan kriminal, belum menikah, dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan dan dua tahun setelahnya.

Syarat khusus untuk Tamtama minimal tinggi badan 160 cm, sedangkan untuk Bintara minimal 163 cm dengan nilai rata-rata rapor tertentu sesuai tahun kelulusan.

Peserta harus lulusan SMA/SMK/MA atau paket C, bersedia menjalani ikatan dinas pertama selama 10 tahun, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, memiliki BPJS/KIS aktif, dan bukan anggota atau mantan anggota TNI/Polri atau PNS TNI.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi rekrutmen TNI AD hingga 8 Juni 2025, diikuti dengan validasi berkas hingga 13 Juni 2025.

Peserta yang lolos validasi akan mengikuti seleksi lanjutan sesuai jadwal yang diumumkan oleh panitia daerah.

Seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya, dan masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

Proses pendaftaran meliputi pengisian data secara online, pencetakan formulir, verifikasi berkas di kantor Ajendam atau Ajenrem sesuai domisili, pemeriksaan fisik seperti tinggi dan berat badan, serta seleksi administrasi dan psikologi.

Dengan kuota besar dan proses seleksi yang transparan, rekrutmen TNI AD 2025 menjadi peluang besar bagi pemuda-pemudi Indonesia yang ingin mengabdi kepada negara melalui jalur militer dan berkontribusi dalam pembangunan pertahanan nasional.***

WWW.MDI.NEWS