width=
width=
TOKOH  

Memahami Nilai-nilai Dasar Negara Pancasila dalam Perspektif Filsafat

MDI.NEWS | Tokoh – Sejarah telah mencatat perjalanan berdirinya Republik Indonesia penuh dengan dinamika. Adalah Ir. Soekarno tokoh intelektual muda multitalenta sekaligus Proklamator kemerdekaan Indonesia yang pertama kali mempopulerkan konsep awal Pancasila pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Rumusan nilai-nilai dasar negara Pancasila terus dimatangkan hingga akhirnya paska Proklamasi Kemerdekaan tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia ketika sidang Panitia Persiapkan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan mencantumkan dalam Mukadimah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Pemerintah merekomendasikan pemasangan simbol-simbol negara termasuk Garuda Pancasila dan Bhinneka Tunggal ika di instansi-instansi pemerintah, lembaga negara, institusi pendidikan, kantor/gedung perusahaan sebagaimana diatur dalam UU RI No. 24 tahun 2009.

Pancasila kian terus bertumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika politik. Pancasila bukan hanya sebagai dasar tapi juga sebagai falsafah kehidupan bangsa Indonesia.

Pancasila berperan penting dalam membentuk identitas dan karakter bangsa. Pancasila menjadi landasan bagi pembangunan nasional politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Sebagai falsafah kehidupan bangsa. Pancasila memberikan arah dan makna bagi kehidupan masyarakat Indonesia serta menjadi pedoman bagi pemerintah dan rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dengan kata lain, Pancasila merupakan “Kalimatun Sawa” (frase dari bahasa Arab artinya kalimat yang sama). Maknanya sangat mendalam menjadi kesepakatan bersama seluruh rakyat dan pemerintah, menjunjung tinggi nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh lagi, ternyata Pancasila menjadi landasan filosofis (konsep dasar pemikiran) yang menyatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) dan sebagai simbol kesatuan dan persatuan bangsa.

Untuk melengkapi dialektika sebagai warga yang taat pada konstitusi, mari kita memahami nilai-nilai dasar negeri Pancasila dalam perspektif filsafat dari keseluruhan lima sila.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

– Bermakna, pengakuan adanya satu Tuhan yang tunggal dan unik tidak ada yang bisa menyamai-Nya. Pengakuan adanya nilai-nilai spiritual dan moral yang universal yang menjadi landasan bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

– Merasakan kehadiran Tuhan dalam hati sanubari, sehingga segala bentuk perilaku dan aktivitasnya mencerminkan sikap terpuji yang membawa manfaat bagi keseluruhan mahluk ciptaan Tuhan.

– Mampu mengimplementasikan sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga tumbuh kesadaran sikap toleransi antar umat beragama, toleransi inter umat beragama dan toleransi umat beragama dengan pemerintah.

2.Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

– Menginternalisasikan nilai-nilai manusia dan kemanusiaan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat (memanusiakan manusia).

– Menginternalisasikan rasa keadilan dan kesetaraan dalam hubungan antar manusia.

– Menginternalisasikan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

3.Persatuan Indonesia

– Menginternalisasikan kesadaran pentingnya kesatuan dan persatuan bangsa.

– Menginternalisasikan nilai-nilai kebudayaan di tanah air Indonesia sebagai identitas bangsa.

4.Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan 

– Melaksanakan demokrasi yang sehat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

– Menginternalisasikan budaya musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan yang bijaksana.

5.Mewujudkan Satu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

– Menginternalisasikan pentingnya keadilan sosial dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

– Menginternalisasikan pembangunan disegala bidang demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai dasar negara Pancasila dalam kehidupan nyata akan tercipta manusia-manusia Indonesia yang berpancasilais. Saya berpandangan Pancasila adalah ajaran illahi (spiritualitas), ajaran yang universal bagi seluruh rakyat dan elemen bangsa.

(Dari berbagai sumber)

 

 Imam Setiadi -Media Doeta Indonesi

Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS