width=
width=

Pendidikan Karakter Sejak PAUD Jadi Kunci Cegah Kenakalan Remaja

 

Mdi.News Kota Bekasi –Pendidikan karakter sejak usia dini diyakini sebagai pondasi utama pembentukan kepribadian anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berempati, dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Neneng Kurnia, pendiri PAUD PK Banan sekaligus CEO Kampung Sahabat, dalam program AsMEN Talk yang dipandu Muh. Hatta Tahir di Studio AsMEN, Jalan Puncak Cikunir No. 14, Jakasampurna, Bekasi Barat, Selasa (12/8/2025).

Menurut Neneng, masa golden age atau usia emas, yakni rentang 0–6 tahun, adalah periode paling menentukan pembentukan karakter seseorang. “Anak ibarat kertas putih. Apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan di masa ini akan membekas hingga dewasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendidikan karakter di usia PAUD bukan hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga membentuk nilai-nilai seperti kejujuran, kerja sama, disiplin, dan kepedulian sosial. Dengan pembinaan yang tepat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari perilaku menyimpang ketika remaja, seperti kenakalan, tawuran, atau penggunaan narkoba.

Kisah Neneng sendiri menjadi inspirasi. Lahir dari keluarga sederhana, ia adalah anak yatim dan hanya lulusan SD. Namun, keterbatasan pendidikan formal tidak membuatnya menyerah. Justru dari keterbatasan itulah tumbuh tekad kuat untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan kesetaraan.

Perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Dengan modal niat dan semangat berbagi, ia mulai membina anak-anak di lingkungannya, memberikan bimbingan belajar, hingga akhirnya mendirikan PAUD PK Banan. Lembaga ini menjadi wadah bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Saya percaya, dengan memberikan pendidikan karakter sejak kecil, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Selain mengelola PAUD, Neneng juga memimpin Kampung Sahabat, sebuah gerakan sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, dan dukungan terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Program ini melibatkan relawan, donatur, dan komunitas lokal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam dialog tersebut, Muh. Hatta Tahir selaku host AsMEN Talk menyoroti peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. Neneng menegaskan, sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat diperlukan. “Guru di sekolah tidak akan maksimal jika di rumah anak tidak mendapatkan teladan. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk ikut terlibat, mulai dari memberikan perhatian, membacakan cerita sebelum tidur, hingga membiasakan anak mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Kebiasaan sederhana itu, menurutnya, akan membentuk kepribadian positif.

Di akhir wawancara, Neneng menyampaikan harapannya agar pemerintah semakin memperhatikan pendidikan anak usia dini, baik dari segi fasilitas, kualitas tenaga pengajar, maupun dukungan program pembinaan karakter. “Kalau kita ingin memutus mata rantai kenakalan remaja, mulailah dari membentuk karakternya sejak PAUD,” tegasnya.

Program AsMEN Talk yang rutin menghadirkan tokoh inspiratif ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan motivasi bagi masyarakat luas. Kisah Neneng Kurnia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berbuat bagi sesama, melainkan pemicu lahirnya perubahan positif.  dikuti dari Podcast Asmen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WWW.MDI.NEWS