Mdi.News Kapolsek Gading, Iptu Muhamad Jamil, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan. Menurutnya, sinergi antara Padepokan Dimas Kanjeng dengan aparat serta tiga pilar Kecamatan Gading telah terjalin dengan baik selama ini. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mengingatkan kita pada jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi bukti bahwa persatuan masyarakat dapat terus dijaga melalui tradisi positif,” ungkapnya.

Iptu Jamil menambahkan, kebersamaan antara padepokan, pemerintah desa, serta aparat keamanan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial. Keharmonisan itu terlihat dari kompaknya penyelenggaraan acara, partisipasi masyarakat, hingga keterlibatan tokoh-tokoh setempat yang hadir.probolinggo 17/08/2025
Lebih dari Sekadar Upacara
Padepokan Dimas Kanjeng memang menjadikan peringatan HUT RI sebagai agenda tahunan yang selalu dinanti. Namun lebih dari itu, padepokan juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Beberapa program yang kerap dijalankan di antaranya bakti sosial, santunan untuk anak yatim, serta kegiatan gotong-royong pembangunan desa.
Menurut perwakilan padepokan, upacara kemerdekaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persaudaraan. “Dengan mengenakan busana adat, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keberagaman budaya. Kebhinekaan itu harus terus kita rawat bersama,” jelas salah seorang tokoh padepokan.
Antusiasme Masyarakat
Antusiasme warga sekitar terlihat dari jumlah kehadiran yang cukup banyak. Sebagian warga bahkan mengaku sengaja datang lebih awal agar dapat mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Ada pula warga yang menyatakan bangga karena dapat menyaksikan keragaman pakaian adat di satu tempat, yang jarang mereka lihat dalam keseharian.
“Seru sekali, seperti pesta budaya. Anak-anak juga senang bisa melihat pakaian adat dari berbagai daerah. Rasanya jadi tambah cinta Indonesia,” ujar seorang warga yang hadir bersama keluarganya.
Kehadiran masyarakat dari berbagai lapisan umur, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, semakin menegaskan bahwa peringatan HUT RI di padepokan ini telah menjadi milik bersama. Tradisi ini diharapkan bisa terus berlanjut agar generasi muda dapat belajar tentang arti kebersamaan, persatuan, dan penghormatan kepada para pahlawan.
Wujud Kebersamaan dan Persatuan
Upacara di Padepokan Dimas Kanjeng tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga simbol nyata persatuan. Keberagaman pakaian adat yang dikenakan peserta seolah mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keberagaman, tetap ada satu semangat yang menyatukan: cinta tanah air.
Melalui kegiatan ini, Padepokan Dimas Kanjeng ingin menegaskan bahwa tradisi, budaya, dan spiritualitas dapat berjalan seiring dengan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Sinergi dengan aparat dan pemerintah desa semakin memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Ke depan, padepokan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang dapat memupuk semangat nasionalisme dan mempererat ikatan sosial antarwarga. Dengan begitu, peringatan HUT RI tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga momentum penting dalam menjaga jati diri bangsa***







