width=
width=

Islam, Solidaritas, dan NKRI Adalah Satu Kesatuan

MDI.NEWS | Kota Depok – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Minggu 17 Agustus 2025, Andriansyah Liauw, S.H., kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, menegaskan kembali pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui nilai-nilai Islam yang inklusif dan semangat kebangsaan dalam bingkai NKRI.

“Islam sejati adalah rahmatan lil-‘ālamīn—rahmat bagi semesta, bukan senjata untuk memecah belah. Sejarah sudah membuktikan, dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 hingga lahirnya Pancasila, umat Islam Indonesia memilih persatuan di atas kepentingan golongan,” ujar Andriansyah.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini bukan lagi kolonialisme bersenjata, melainkan radikalisme, korupsi, dan ketidakadilan sosial. Karena itu, Islam harus tampil sebagai kekuatan moral yang membela keadilan, melindungi minoritas, dan menghapus diskriminasi, sementara NKRI menjadi wadah persatuan seluruh rakyat.

“Islam memberi ruh, NKRI memberi raga. Dua kekuatan ini tidak boleh dipisahkan, sebab di sanalah martabat bangsa Indonesia berdiri tegak,” lanjutnya.

Andriansyah juga menegaskan bahwa siapa pun yang berusaha memisahkan Islam dari NKRI sejatinya sedang mengkhianati sejarah, dan siapa pun yang menggunakan Islam untuk menyingkirkan sesama justru merusak nilai Islam itu sendiri.

“Di Hari Kemerdekaan ini, mari kita rawat Islam yang penuh kasih sayang, dan kita jaga NKRI yang menyatukan kita semua. Merdeka!” tutup Andriansyah dengan penuh semangat.(Mr.Hadi)

Andriansyah Liauw, S.H. – Kader PSI Kota Depok

Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS