width=
width=

Dampak Reshuffle Sri Mulyani, Antara Gejolak Ekonomi dan Dinamika Politik

MDI.NEWS|Jakarta – Reshuffle kabinet selalu jadi sorotan, apalagi jika menyentuh pos strategis seperti Menteri Keuangan. Nama Sri Mulyani Indrawati, yang sudah lama dikenal sebagai sosok teknokrat andalan, kini resmi digantikan pada Senin, 8 September 2025. Lantas, apa dampaknya bagi ekonomi dan politik dalam negeri?

 

Gejolak di bidang Ekonomi

Sri Mulyani bukan nama sembarangan. Di mata pasar global, ia dikenal sebagai menteri yang mampu menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas keuangan negara. Tak heran, pergantiannya langsung menimbulkan tanda tanya besar.

 

Investor dan pelaku pasar biasanya sangat sensitif terhadap perubahan figur kunci seperti ini. Nilai Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan hingga surat utang negara berpotensi bergerak fluktuatif karena ketidakpastian arah kebijakan.

 

“Pasar sudah sangat percaya dengan Sri Mulyani. Jika penggantinya tidak punya reputasi yang sama, maka risiko gejolak pasar akan lebih tinggi,” ujar Dr. Andi Wijaya, Ekonom Universitas Indonesia.

 

Manuver Politik di Balik Reshuffle

Dari sisi politik, reshuffle ini bisa dibaca sebagai strategi memperkuat basis dukungan pemerintah. Jika posisi Menteri Keuangan jatuh ke tangan figur politik, maka hal itu menandakan adanya kompromi demi menjaga stabilitas di parlemen.

 

Namun, langkah ini juga berisiko memunculkan kritik. Publik menilai Sri Mulyani adalah simbol profesionalisme dan integritas.

 

“Pencopotan Sri Mulyani bisa memberi kesan bahwa kabinet kini lebih kental nuansa politiknya ketimbang teknokratik,” kata Prof. Ratna Sari Dewi, pengamat politik dari LIPI.

 

Antara Harapan dan Kekhawatiran

Pergantian Sri Mulyani jelas menimbulkan dua wajah: di satu sisi bisa memperkuat legitimasi politik pemerintah, di sisi lain berpotensi mengguncang kepercayaan pasar. Ujungnya akan sangat ditentukan oleh sosok pengganti.

 

“Kalau penggantinya mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus punya komunikasi politik yang baik, maka transisi ini bisa berjalan mulus,” tambah Dr. Andi. “Namun kalau tidak, maka stabilitas ekonomi dan citra pemerintahan bisa ikut tertekan.”

(Dari berbagai sumber)

 

Imam Setiadi – Media Duta Indonesia

Penulis: Imam Setiadi Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS