width=
width=

21 September Hari Perdamaian Internasional, Menggema dari PBB ke Seluruh Dunia

MDI.NEWS | Tokoh – Setiap tanggal 21 September, dunia memperingati Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace). Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah seruan global untuk menghentikan konflik, meredakan kebencian, dan merajut dunia yang lebih manusiawi.

 

Dari PBB Untuk Dunia

Hari Perdamaian Internasional pertama kali diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1981. Awalnya, hari ini diperingati bertepatan dengan pembukaan Sidang Umum PBB. Namun, pada 2001, PBB menetapkan 21 September sebagai tanggal pasti yang didedikasikan untuk gencatan senjata dan non-kekerasan secara global.

 

Makna Perdamaian

Perdamaian sejati tidak hanya berarti tidak adanya peperangan, tetapi juga hadirnya keadilan sosial, kesetaraan gender, pemerataan ekonomi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

 

Seperti yang pernah dikatakan Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB (2007–2016):

 

 “Peace is more than the absence of war. True peace dipendam on creating a world where everyone has dignity and hope.”

(Perdamaian lebih dari sekadar ketiadaan perang. Perdamaian sejati bergantung pada terciptanya dunia di mana setiap orang memiliki martabat dan harapan.)

 

Harapan dan Tantangan

Di tengah konflik yang masih membara di berbagai negara, Hari Perdamaian menjadi pengingat sekaligus doa kolektif: bahwa dunia yang bebas dari kekerasan bukanlah mimpi utopis.

 

Tokoh dunia Dalai Lama pernah mengingatkan:

“We can never obtain peace in the outer world until we make peace with ourselves.”

(” Kita tidak akan pernah meraih perdamaian di dunia luar sampai kita berdamai dengan diri kita sendiri.”)

 

Indonesia dan Spirit Perdamaian

Bagi Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya, Hari Perdamaian Internasional bisa dimaknai sebagai penguatan nilai Bhinneka Tunggal Ika. Perdamaian bukan hanya agenda global, tetapi juga kebutuhan nyata untuk menjaga persatuan bangsa.

 

Sejalan dengan semangat itu, Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah berkata:

 

“Perdamaian dunia harus diusahakan, karena tanpa perdamaian tidak ada kemerdekaan yang sempurna.”

 

Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September adalah momentum refleksi bahwa perdamaian bukan hanya tugas para pemimpin dunia, tetapi juga tanggung jawab setiap individu. Dimulai dari pikiran, ucapan, hingga tindakan sehari-hari, kita semua adalah bagian dari jalan panjang menuju dunia yang damai.

 

Imam Setiadi – MDI NEWS

Penulis: Imam Setiadi Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS