width=
width=

Masyarakat Geumpang Tolak Penutupan Tambang Rakyat Warga Minta Pemerintah Fokus pada Pembinaan dan Legalisasi

Mdi.News Pidie, 28 September 2025 – Masyarakat Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, secara tegas menolak rencana penutupan tambang emas rakyat di wilayah mereka. Sikap ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi tentang Pengurusan Izin Tambang Rakyat yang digelar di aula Kantor Camat Geumpang, Minggu (28/9).

Rapat tersebut dihadiri tokoh masyarakat, para geuchik dari lima gampong, serta perwakilan penambang rakyat. Dalam pertemuan itu, masyarakat meminta pemerintah untuk tidak serta-merta mengeluarkan instruksi penutupan, melainkan melakukan pembinaan dan memberikan kepastian hukum melalui izin usaha tambang rakyat.

“Keberadaan tambang emas rakyat selama ini telah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Geumpang. Banyak warga yang bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, hingga mendukung geliat pasar UMKM,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat dalam forum tersebut.

Selain menopang perekonomian keluarga, masyarakat juga menegaskan bahwa usaha tambang rakyat telah memberi kontribusi nyata bagi pembangunan fasilitas umum di Geumpang, mulai dari masjid, jalan, hingga irigasi. Bahkan sebagian hasil tambang digunakan untuk pembangunan rumah singgah mahasiswa asal Pidie di Banda Aceh.

Masyarakat juga membantah isu yang menyebutkan adanya keterlibatan pihak luar dalam operasional tambang. Menurut mereka, sebanyak 19 unit ekskavator yang digunakan saat ini merupakan hasil pembelian patungan masyarakat Geumpang sendiri.

Terkait tudingan adanya setoran kepada pihak keamanan sebagaimana disampaikan Pansus DPRA beberapa waktu lalu, masyarakat menegaskan hal itu tidak benar. “Kami tidak pernah memberikan uang setoran kepada pihak keamanan. Tambang ini murni dikelola dan diawasi oleh masyarakat,” tegas perwakilan penambang.

Melalui rapat koordinasi ini, masyarakat Geumpang kembali menyerukan agar pemerintah membuka ruang dialog dan

WWW.MDI.NEWS