width=
width=

Ketum Bergaya Gen Z, Agus Flores dan Formula Aneh yang Tak Terkalahkan

MDI.NEWS, JAKARTA – Gaya Ketua Umum Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, R. Mas MH. Agus Rugiarto, SH, atau yang akrab disapa Agus Flores, kembali menjadi perbincangan hangat di dunia media nasional. Sosok yang dikenal nyentrik ini dijuluki “Ketum Bergaya Gen Z” karena penampilannya yang energik, santai, dan selalu ingin tampil muda — seolah tak ingin dibilang tua.

Namun di balik gaya uniknya, tersimpan strategi komunikasi dan jaringan media yang luar biasa kuat. Agus Flores dikenal memiliki sejumlah “sandi rahasia” yang hanya dimengerti oleh lingkaran terdekatnya, seperti “5+30”, “5”, dan “DII TII.”

Maklum, Ketum FRN ini juga dikenal sebagai penulis karya ilmiah dan pemikir kreatif, sehingga gaya berpikirnya sering di luar kebiasaan.

“Lahir di weton Pahing, aneh tapi jenius,” ujar salah satu rekannya menggambarkan sosok Agus Flores.

Dalam dunia jurnalistik, Agus Flores dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai pemberitaan Polda se-Indonesia. Banyak yang menyebutnya seperti “Siluman Ular Naga” — bergerak senyap namun mampu mengendalikan arus informasi kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.

Strateginya terbangun dari pondasi kuat sejumlah media utama di bawah bendera FRN Counter Polri, di antaranya:

• DetikSatu.id

• IniBerita.com

• PojokKulon.com

• Radar91.com

• FRNcounterpolri.co.id

Kelima media ini berperan sebagai pasukan utama pemberitaan, yang setiap hari aktif mengabarkan isu-isu kepolisian secara cepat, akurat, dan berimbang.

Selain “5+30”, Agus Flores juga menciptakan formula internal lain yang disebut “1+1+1” — sinergi tiga kekuatan utama dalam struktur FRN:

• Ketum (Agus Flores): Pengarah strategi dan arsitek pemberitaan nasional.

• Waketum (Moh. Reza Tangahu): Merangkap sebagai Redaktur Pelaksana, yang bertugas mengangkat berita Polda se-Indonesia.

• Sekjen (Imam Rahmad): Berperan sebagai Koordinator Pemberitaan dan Desain Medsos, mengatur tampilan visual agar tetap menarik dan modern.

Kombinasi ketiganya menciptakan sistem kerja yang solid, cepat, dan efisien.

Selain lima media utama, Agus Flores juga membentuk jaringan 30 media penopang pemberitaan nasional yang dikenal dengan nama “Gasskum” (Gabungan Satuan Komando Umum Media).

Jaringan ini meliputi berbagai portal di seluruh Indonesia, di antaranya:

Tempo Timur, Radar Blambangan, Insernews, Jejak Indonesia, Annanews, Media Bersatu, Media Indonesia Times, Detik Pos News, Sinar Pena, Kepri Kabar Daerah, Bali Berkabar, Margo News, Fajar Sumsel, Dialektika, Nasional Bara News Aceh, Portal Singkil Net, 1Kabar.com, News Liputan 6, Media Investigasi, Viral Jateng, KPK Sultra, MNRTVnews, Berita Polri Investigasi, Volten News, Sumber Pungli, Koran Merah Putih News, Zona Cakrawala, Swanara, dan lainnya.

Semua media ini berjalan dalam satu komando dan satu perintah, menjadi kekuatan besar dalam penyebaran informasi di tanah air.

“Kadang ada media datang dan hilang, tapi sistemnya tetap hidup. Pondasi FRN sudah kokoh,” ujar Agus Flores menegaskan.

Di balik kesan nyentrik dan “aneh” yang melekat padanya, Agus Flores adalah sosok visioner yang mampu membangun jaringan media terbesar di Indonesia.

Dengan strategi khas, gaya modern, dan kemampuan membaca situasi, ia berhasil menciptakan sistem pemberitaan yang tak tertandingi.

“Agus Flores bukan hanya seorang Ketum — tapi fenomena yang menggabungkan kecerdasan, strategi, dan keanehan yang justru membuatnya luar biasa.”

WWW.MDI.NEWS