MDI.NEWS | Kota Bekasi – Polemik mengenai narasi promosi Aqua, merek air minum dalam kemasan ternama di Indonesia, kini tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai pesan yang disampaikan dalam kampanye perusahaan tersebut tidak sepenuhnya jujur, khususnya terkait klaim bahwa produk Aqua bersumber dari mata air alami pegunungan.
Selama puluhan tahun, Aqua dikenal dengan citra “air murni dari sumber mata air pegunungan”, yang melekat kuat di benak masyarakat. Namun, munculnya berbagai opini di ruang publik memunculkan keraguan terhadap keaslian klaim tersebut. Sebagian konsumen mempertanyakan apakah seluruh produk benar-benar berasal dari sumber mata air pegunungan ?
Saat dimintai keterangan MDI NEWS (28/10/2025), salah satu konsumen setia yang sudah puluhan tahun Turip (42) Wiraswasta asal Wonosobo mengatakan, “Kami sejak dulu membeli Aqua karena percaya pada kualitas dan keaslian yang dipromosikan pada iklan. Marketingnya bagus, tapi narasinya tidak jujur. Berdasarkan peninjauan Gubernur Jawa Barat ke lokasi ternyata air berasal dari tanah melalui proses pengeboran,” ujarnya.
Sementara itu Husni Sholihin pakar marketing sekaligus Pengusaha properti, menilai bahwa transparansi dalam komunikasi merek menjadi hal yang penting di era digital saat ini.
Menurut Husni setiap klaim promosi harus sejalan dengan fakta di lapangan, agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan publik.
“Masyarakat sekarang jauh lebih kritis. Mereka tidak hanya membeli produk, tapi juga kejujuran dan nilai di balik sebuah brand,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Aqua belum memberikan tanggapan resmi atas munculnya polemik ini. Meski demikian, isu tersebut telah membuka ruang diskusi lebih luas mengenai pentingnya etika pemasaran dan transparansi informasi dalam menjaga kepercayaan konsumen.
Polemik ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku usaha, bahwa di tengah persaingan industri yang semakin ketat, kejujuran dan keterbukaan bukan sekadar kewajiban moral, melainkan fondasi utama keberlanjutan sebuah brand di mata masyarakat.
Imam Setiadi – MDI NEWS







