width=
width=

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Catat Pemusnahan 214,84 Ton Narkoba Hasil Kerja Polri

Sumber : tangkapan layar youtube/sekretariat presiden

MDI.NEWS | Jakarta, 29 Oktober 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung acara pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 214,84 ton yang disita selama satu tahun masa pemerintahannya, dari Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang dinilai sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Acara yang digelar bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia ini dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras Polri dan seluruh aparat penegak hukum yang telah menggagalkan peredaran narkoba dengan nilai ekonomi mencapai Rp29,37 triliun.

“Barang bukti yang berhasil disita ini nilainya 29,37 triliun rupiah. Bila tidak dicegah, bisa digunakan oleh 629 juta manusia — lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia. Saya menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Polri di mana pun bertugas,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah prioritas utama yang ia titipkan kepada Kapolri sejak awal masa jabatannya, bersama dua agenda besar lainnya yaitu pemberantasan penyelundupan dan judi online.

“Saya minta Kapolri memimpin tiga hal: pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. Ini tanggung jawab besar demi menjaga masa depan bangsa,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa ancaman narkoba sejatinya sama berbahayanya dengan ancaman militer, politik, atau ekonomi. Ia menilai bahwa narkoba bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga ancaman terhadap generasi muda dan ketahanan nasional.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menghadapi jaringan kartel internasional yang terus mencari celah penyelundupan.

“Polisi harus kompak dan bekerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, serta semua lembaga. Kita tidak boleh ego sektoral. Kita satu chord merah putih — chord NKRI,” ucapnya.

Selain apresiasi, Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya pendidikan, olahraga, dan gizi sebagai langkah pencegahan jangka panjang terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

“Rehabilitasi itu penting, tapi kita juga harus mencegah. Pendidikan keagamaan, sekolah, kegiatan olahraga, dan Pramuka harus berjalan kuat. Tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, karena kelaparan dan keputusasaan bisa melahirkan kejahatan,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memuji capaian Polri yang berhasil mengubah 228 kampung narkoba menjadi 118 kampung bebas narkoba, dan meminta agar semangat tersebut terus dilanjutkan.

“Selamat, saudara telah mengubah 228 kampung narkoba menjadi 118 kampung bebas narkoba. Teruskan upaya ini. Polisi harus tetap jadi polisi rakyat, selalu di depan bersama TNI dan masyarakat,” pesannya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bekerja sama menghadapi berbagai tantangan nasional dengan semangat gotong royong.

“Kunci kemakmuran adalah persatuan bangsa. Kritik boleh, koreksi harus, tapi jangan teruskan kebencian dan kecurigaan. Rakyat butuh pekerjaan, bukan pertengkaran,” pungkasnya.

 

WWW.MDI.NEWS