width=
width=

Budi Arie, Loyalis Projo Yang Paradoks

MDI.NEWS  | Jakarta – Pernyataan Ketua Umum ProJo, Budi Arie Setiadi, yang menegaskan bahwa ProJo bukan lagi Pro Jokowi, melainkan Pro Rakyat dan Pro Indonesia, menimbulkan gelombang tafsir di ruang publik. Ucapan itu terdengar berani, namun sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang makna loyalitas seorang relawan.

Sebagai tokoh yang dikenal dekat dan dibesarkan oleh figur Joko Widodo, Budi Arie sejatinya adalah representasi relawan sejati. Namun ketika ia mencoba melepaskan label “Pro Jokowi”, publik justru melihat munculnya paradoks dalam perjalanan politiknya. Di satu sisi ingin menunjukkan kemandirian organisasi, tapi di sisi lain mengaburkan akar sejarah yang membesarkan nama ProJo itu sendiri.

Dalam pandangan redaksi, langkah Budi Arie bisa dibaca sebagai pergeseran orientasi loyalitas dari sosok menuju gagasan, dari figur menuju bangsa. Namun, perubahan arah seperti ini menuntut konsistensi moral dan kejujuran historis. Loyalitas bukan soal siapa yang didukung, tapi bagaimana menjaga nilai yang pernah diperjuangkan bersama.

Karena pada akhirnya, politik tanpa konsistensi hanyalah panggung retorika tanpa makna.

Dan dalam dunia relawan, loyalitas sejati bukan diukur dari keberanian berpaling, melainkan dari keteguhan menghormati jejak perjuangan yang melahirkan nama.

 

Imam Setiadi – MDI.NEWS

Penulis: Imam Setiadi Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS