width=
width=

Irjen Pol Rudi Setiawan Raih Gelar Doktor di Unair, Nuriman Ucapkan Selamat

MDI.NEWS, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Jabodetabek, Nuriman, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.K., S.H., M.H., yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (3/11/2025).

“Atas nama keluarga besar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PW FRN Counter Polri Jabodetabek, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada Irjen Pol Rudi Setiawan. Beliau adalah sosok pemimpin yang bukan hanya tegas dan berdedikasi, tetapi juga pembelajar sejati yang terus mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan institusi Polri dan masyarakat,” ujar Nuriman di kantor Sekretariat FRN, dikutip MDI.NEWS, Selasa (4/11/2025).

Nuriman menilai capaian akademik tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran kepolisian dan masyarakat luas. Menurutnya, keberhasilan Irjen Pol Rudi membuktikan bahwa profesionalisme seorang polisi harus diiringi dengan pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial dan politik yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam disertasinya yang berjudul “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik,” Irjen Pol Rudi Setiawan memaparkan pengalaman dan refleksi mendalam mengenai kehidupan polisi di wilayah konflik sosial.

Ia menggambarkan bagaimana menjadi polisi yang profesional dan berintegritas di tengah masyarakat yang diwarnai kekerasan, ketidakpercayaan, serta konflik agraria yang meluas dan melembaga.

Melalui pendekatan fenomenologi Edmund Husserl, Irjen Pol Rudi berupaya memahami polisi bukan hanya sebagai profesi, tetapi sebagai individu yang hidup dalam dunia sosial yang kompleks dan paradoks.

Menurutnya, bagi polisi di Mesuji, “dunia hidup” mereka bukan sekadar institusi dan aturan, tetapi realitas sehari-hari yang diwarnai rasa sepi, ancaman, keterbatasan sarana, serta dilema moral ketika berhadapan dengan masyarakat yang terkadang lebih percaya pada kekuasaan dan kekerasan daripada hukum.

Dalam kesimpulan disertasinya, Irjen Pol Rudi menegaskan bahwa identitas seorang polisi di wilayah konflik terus berkembang seiring interaksi dan refleksi terhadap lingkungan sosialnya.

Identitas itu lahir dari pengalaman ambivalen antara panggilan moral untuk melayani dan tekanan struktural yang kerap menimbulkan perasaan ditolak maupun tak berdaya.

Bagi keluarga besar PW FRN Counter Polri, pemikiran akademik Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan ini memperkaya perspektif tentang pentingnya pendekatan sosial dan politik dalam menjaga keamanan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.

“Kami berharap ilmu dan refleksi yang beliau hasilkan dapat memperkuat semangat Polri Presisi — terus melindungi, mengayomi, dan melayani dengan nurani serta pemahaman sosial yang mendalam,” pungkas Nuriman.

WWW.MDI.NEWS