width=
width=
TIPS  

Glow Up Ala Gen Z, Cantik Dan Ganteng Bukan Lagi Soal Fisik

MDINEWSJakarta – Generasi Z menghadirkan standar kecantikan baru yang jauh berbeda dari era sebelumnya. Jika dulu cantik dan ganteng identik dengan kulit cerah, tubuh ideal, dan penampilan serba sempurna, maka kini anak muda lebih percaya bahwa pesona seseorang terpancar dari rasa percaya diri, originalitas, dan kesehatan mental yang terjaga.

Bagi Gen Z, cantik dan ganteng bukan lagi “perfect look”, tapi “perfectly you”. Keunikan adalah daya tarik utama. Mereka justru bangga dengan freckles, kulit sawo matang, rambut keriting, sampai gaya fashion nyeleneh tapi estetik. “Yang penting vibe-nya cocok sama diri sendiri,” begitu kata mereka. Fenomena ini juga tidak lepas dari kuatnya pengaruh media sosial. Tren “no filter”, “self-love journey”, hingga “embrace your flaws” menjadi kampanye digital yang ramai digaungkan kreator muda. TikTok dan Instagram dipenuhi konten review skincare, thrifting outfit, sampai makeup natural yang menonjolkan karakter asli wajah.

“Glow up itu bukan buat orang lain like kita, tapi biar kita makin like diri sendiri,” ucap seorang konten kreator kecantikan yang aktif mengkampanyekan beauty positivity.

Gen Z pun tak segan merawat penampilan dari dalam. Bagi mereka, mental health itu bagian dari kecantikan. Mood stabil, tidur cukup, olahraga, journaling, sampai detoks sosial media masuk dalam paket perawatan diri. Mereka percaya, kalau hati tenang, wajah otomatis glowing. Di sisi lain, industri kecantikan dan mode kini ikut beradaptasi. Banyak brand mulai merilis kampanye inklusif: menampilkan model dengan berbagai warna kulit, bentuk tubuh, dan karakter wajah yang berbeda. Produk skincare yang ramah lingkungan dan kosmetik yang aman untuk kulit sensitif menjadi favorit karena anak muda makin sadar kesehatan dan keberlanjutan.

Tak hanya soal tampilan luar, cara bicara, pendidikan, attitude, dan kepedulian sosial juga dipandang sebagai magnet tersendiri. Gen Z menganggap seseorang yang punya pendirian kuat, peduli sesama, jago berkomunikasi, dan berwawasan luas jauh lebih menarik dibanding mereka yang hanya mengandalkan rupa.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Paparan sosial media dapat memicu tekanan untuk selalu tampil sempurna dan produktif. FOMO (fear of missing out) dan budaya perbandingan masih menjadi bayang-bayang setiap pengguna aktif. Namun, kampanye “be your own standard” yang terus digaungkan menjadi penetral yang kuat agar anak muda tetap enjoy menjadi dirinya sendiri. Gen Z kini sedang membentuk sejarah baru: standar kecantikan yang lebih manusiawi. Bukan lagi tentang meniru satu figur tertentu, tapi merayakan keberagaman wajah Indonesia. Mereka tak takut tampil apa adanya, karena bagi mereka, warna kulit bukan rating kecantikan — melainkan identitas kebanggaan.

Pada akhirnya, Gen Z memberi pesan sederhana namun kuat kepada semua lapisan masyarakat:
Cantik dan ganteng tidak harus sama dengan orang lain. Yang penting, kamu nyaman dengan dirimu, merawat diri sesuai kebutuhanmu, dan tetap menjadi versi terbaik dari dirimu.

Glow up? Yes.
Tapi bukan untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
Glow up untuk diri sendiri.

WWW.MDI.NEWS