width=
width=

BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Foto: Ilustrasi cuaca

MDINEWS | Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengumumkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode puncak musim hujan. Sekitar 43,8% dari wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) diprediksi akan mengalami puncak musim hujan terutama pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.

Dalam pernyataan ini, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa fase ini akan ditandai dengan peningkatan signifikan curah hujan yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Daerah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatera bagian tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan sebagian Papua.

Fenomena cuaca ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu monsun Asia, gelombang Rossby, serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang memperkuat pertumbuhan awan hujan di atas wilayah Indonesia. BMKG mencatat telah terjadi curah hujan ekstrem di beberapa daerah, seperti Tampa Padang (Sulawesi Barat) 152 mm/hari, Torea (Papua Barat) 135,7 mm/hari, dan Naha (Sulawesi Utara) 105,8 mm/hari.

Peringatan Cuaca Ekstrem dan Imbauan kepada Masyarakat

BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang menyertai puncak musim hujan ini, seperti hujan lebat disertai angin kencang, kilat, dan banjir bandang, terutama di daerah dengan topografi pegunungan dan aliran sungai besar. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir November 2025 dengan anomali curah hujan di atas normal, dan berpotensi meluas ke wilayah tengah hingga timur Indonesia pada Januari–Februari 2026.

Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membersihkan saluran air untuk mencegah banjir dan genangan.
  • Memperkuat tebing dan lereng yang rawan longsor.
  • Membatasi aktivitas di dekat aliran sungai saat hujan deras.

“Peningkatan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana di masa puncak musim hujan,” tegas Dwikorita.

BMKG juga meminta pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperkuat koordinasi dan segera aktif dalam upaya mitigasi bencana. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi InfoBMKG dan media sosialnya. Meski musim hujan telah berlangsung, BMKG mengingatkan bahwa tetap akan ada hari-hari dengan suhu tinggi dan kondisi kering, sehingga kewaspadaan harus tetap tinggi.

WWW.MDI.NEWS