MDI.NEWS, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan (PW) Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Jabodetabek, Nuriman, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 yang jatuh pada 10 November.
Dalam pesannya, Nuriman menegaskan bahwa semangat juang para pahlawan tidak boleh padam, melainkan terus hidup dalam setiap langkah anak bangsa, termasuk para insan pers yang berperan menjaga kebenaran dan keadilan.
“Selamat Hari Pahlawan! Semangat juang para pahlawan selalu menjadi tauladan dan lentera yang menerangi jalan kita. Di organisasi ini, kita meneruskan perjuangan mereka melalui dedikasi, keberanian, dan integritas dalam menjalankan fungsi jurnalistik yang berpihak pada kebenaran dan kepentingan rakyat,” ujar Nuriman dalam pernyataannya, Minggu (10/11/2025).
Nuriman menegaskan bahwa FRN Counter Polri hadir bukan sekadar organisasi wartawan, tetapi wadah penggerak moral bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme sebagaimana diwariskan oleh para pahlawan terdahulu.
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) telah menetapkan tema peringatan Hari Pahlawan 2025 yakni “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” melalui surat resmi bernomor S-816/MS/PB.06.00/10/2025 tertanggal 31 Oktober 2025.
Tema tersebut, menurut Nuriman, sangat relevan dengan situasi bangsa saat ini di mana masyarakat dituntut untuk tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga meneladani semangat juang mereka dalam menghadapi tantangan zaman.
“Semangat perjuangan itu bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan sosial, ekonomi, hukum, dan informasi. Wartawan adalah pahlawan di era digital. Kami di FRN Counter Polri berkomitmen melanjutkan perjuangan itu dengan menjaga marwah profesi dan memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum,” tambahnya.
Menanggapi isu nasional yang sedang hangat mengenai pengusulan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional, Nuriman menyatakan dukungannya.
Menurutnya, jasa dan kontribusi Soeharto terhadap pembangunan nasional dan stabilitas negara pasca kemerdekaan merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dihapus.
“Saya pribadi, dan kami di FRN Counter Polri Jabodetabek, setuju dan mendukung penuh jika Soeharto ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Terlepas dari pro dan kontra, sejarah membuktikan bahwa beliau telah berjasa besar dalam membangun fondasi ekonomi, pertanian, dan keamanan nasional. Tidak ada bangsa besar tanpa menghargai jasa para pemimpinnya,” tegas Nuriman.
Ia juga mengajak seluruh anggota FRN dan masyarakat luas untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai refleksi diri dalam berbuat nyata bagi bangsa.
“Jangan hanya mengenang, tapi lanjutkan perjuangan. Mari jadikan semangat para pahlawan sebagai energi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi negeri,” tutupnya.







