width=
width=
AGAMA  

Ramadan 1447 H Sudah di Depan Mata Inilah Yang Perlu Kita Persiapkan

Foto: Ilustrasi Kalender

MDINEWS | Bekasi – Perhatian, umat Muslim di Indonesia dan seluruh dunia! Dengan perkiraan Ramadan 1447 H jatuh pada Sabtu, 14 Februari 2026, hitungan mundur yang penuh makna telah resmi dimulai. Bulan suci yang dinanti-nantikan ini bukan hanya tentang perubahan jadwal, tetapi tentang sebuah perjalanan spiritual agung untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menyambut bulan yang penuh dengan ampunan (magfirah), rahmat, dan keberkahan ini, mari kita jadikan momen hitung mundur ini sebagai lahan untuk mempersiapkan diribaik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Memahami Timeline: Dari Syakban hingga Idul Fitri

Perjalanan menuju Ramadan dimulai dari bulan Syakban. Berikut perkiraan timeline yang perlu diantisipasi:

  • Pertengahan Januari 2026: Awal bulan Syakban 1447 H. Bulan ini adalah bulan “pemanasan” untuk memperbanyak ibadah sunnah.

  • Jumat, 13 Februari 2026 (29 Syakban 1447 H): Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan. Secara astronomis, Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai pada Sabtu, 14 Februari 2026.

  • Sabtu, 14 Februari 2026: Hari pertama puasa Ramadan (perkiraan).

  • ± 29 Hari Kemudian: Perkiraan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

Lebih dari Sekadar Menunggu: 5 Agenda Persiapan Menyambut Ramadan

Jangan biarkan hitung mundur ini berlalu begitu saja. Isi dengan langkah-langkah konkret berikut:

1. Persiapan Ilmu (Tsaqofah)
“Barangsiapa yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan tertolak.” Mulai sekarang, tingkatkan ilmu dengan:

  • Mengikuti pengajian atau kajian online yang membahas Fiqih Puasa, Keutamaan Ramadan, dan tata cara I’tikaf.

  • Membaca buku atau menonton video yang membahas tafsir Al-Qur’an untuk mempersiapkan diri menjalani Tadarus.

2. Persiapan Finansial (Maali)
Ramadan dan Idul Fitri adalah momen di mana pengeluaran bisa meningkat. Rencanakan dari sekarang:

  • Buat anggaran khusus untuk sedekah, santunan anak yatim, dan persiapan hari raya.

  • Menabung secara konsisten untuk menghindari tekanan finansial di akhir bulan.

3. Persiapan Fisik (Jasadi)
Agar bisa beribadah dengan maksimal, tubuh harus fit. Lakukan transisi secara bertahap:

  • Mulai atur pola makan dengan mengurangi porsi dan makanan berlemak.

  • Biasakan bangun lebih awal untuk melatih tubuh menghadapi Sahur.

  • Lakukan olahraga ringan secara rutin untuk menjaga stamina.

4. Persiapan Ruhiyah (Spiritual)
Ini adalah inti dari semua persiapan. Mulailah “pemanasan” spiritual:

  • Perbanyak Puasa Sunnah di bulan Syakban (terutama Senin-Kamis).

  • Tingkatkan kualitas dan kuantitas shalat malam (Qiyamul Lail).

  • Perbanyak Istighfar dan Dzikir untuk membersihkan hati.

  • Siapkan target tilawah dan hafalan Al-Qur’an.

5. Persiapan Lingkungan (Ijtima’i)
Ramadan adalah bulan kebersamaan. Libatkan keluarga dan komunitas:

  • Diskusikan dengan keluarga tentang target ibadah bersama selama Ramadan.

  • Koordinasi dengan pengurus masjid atau komunitas untuk agenda buka puasa bersama, Tadarus, atau bakti sosial.

  • Mulai bersihkan dan hias rumah serta lingkungan untuk menciptakan nuansa Ramadan yang khusyuk.

Mengapa Persiapan Jauh-jauh Hari Itu Penting?

Dengan mempersiapkan diri sejak dini, kita tidak lagi sekadar “menunggu” Ramadan, tetapi aktif “menyambut”-nya. Persiapan yang matang memungkinkan kita untuk:

  • Memasuki Hari Pertama Ramadan dengan Penuh Energi: Tanpa proses adaptasi yang berat, kita bisa langsung fokus pada ibadah di hari-hari pertama yang penuh keutamaan.

  • Menghindari “Ramadan Stress”: Persiapan finansial dan perencanaan yang baik mengurangi kekhawatiran duniawi, sehingga hati lebih tenang untuk beribadah.

  • Mencapai Target Ibadah dengan Maksimal: Seperti atlet yang berlatih sebelum bertanding, persiapan spiritual memungkinkan kita meraih “puncak performa” ibadah di bulan suci.

Mari jadikan hitung mundur ini sebagai momentum untuk membangun antisipasi spiritual. Semoga dengan persiapan yang optimal, kita tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik selama Ramadan, tetapi juga mampu menjaga momentum kebaikan tersebut hingga seterusnya. Aamiin.

Sumber Catatan: Tanggal 14 Februari 2026 adalah perkiraan berdasarkan perhitungan astronomis (hisab). Kepastiannya akan ditetapkan melalui Sidang Isbat oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pantau terus informasi resmi dari Kementerian Agama RI.

WWW.MDI.NEWS