MDINEWS | Bekasi – Sebuah kasus medis langka dilaporkan terjadi pada seorang wanita yang datang ke rumah sakit dengan membawa kantong plastik hitam berisi rahimnya sendiri. Kejadian tersebut terjadi setelah proses persalinan yang ditangani oleh seorang dukun beranak di luar fasilitas kesehatan.
Menurut keterangan medis, pasien awalnya menjalani persalinan normal dan berhasil melahirkan bayi dalam keadaan sehat. Namun, setelah bayi lahir, plasenta atau ari-ari tidak seluruhnya keluar dari rahim. Dalam kondisi normal, sisa plasenta akan dilepaskan secara alami atau melalui tindakan medis yang aman oleh tenaga kesehatan.
Dalam kasus ini, dukun beranak yang membantu persalinan diduga menarik paksa plasenta yang masih menempel di dinding rahim. Tindakan tersebut menyebabkan robekan parah pada dinding rahim hingga organ tersebut terlepas sebagian dari tubuh pasien. Saat tiba di rumah sakit, pasien dalam kondisi kritis dengan rahim yang telah terpisah dan disimpan di dalam kantong plastik.
Tim medis segera melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa usus pasien juga mengalami robekan, diduga akibat tarikan kuat yang memengaruhi ligamen penghubung rahim dengan organ di sekitarnya. Kondisi ini tergolong sangat jarang dan dapat digolongkan sebagai uterine prolapse atau bahkan uterine eversion ekstrem, di mana rahim keluar sepenuhnya dari tubuh.
Dokter menyebutkan bahwa kasus semacam ini berisiko tinggi menyebabkan perdarahan hebat, infeksi berat, hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Penanganan darurat dilakukan untuk menghentikan perdarahan dan menstabilkan kondisi pasien.
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai bahaya praktik persalinan nonmedis. Proses melahirkan memerlukan pengawasan tenaga profesional karena setiap tahap memiliki risiko yang perlu ditangani secara ilmiah.
Fenomena langka ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan resmi, serta menjadi bahan evaluasi bagi otoritas terkait untuk memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap praktik persalinan tradisional.







