width=
width=

Simbol Persahabatan RI–UEA, RS KEI Hadirkan Teknologi Jantung Berstandar Internasional

foto: prabowo bersama utusan khusus presiden UEA, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab menandatangi peresmian rumahsakit kardiologi emirates-indonesia sumber: instagram @sekretariat.kabinet

MDINEWS | Surakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia (KEI) di kawasan Solo Technopark, Rabu (19/11). Peresmian ini menjadi penanda penting kerja sama dalam bidang kesehatan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), sekaligus bukti hubungan bilateral kedua negara yang terus menguat.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kehadiran RS KEI bukan hanya pembangunan fasilitas kesehatan baru, tetapi juga representasi persahabatan yang dibangun melalui kepercayaan dan komitmen kedua negara. Ia berharap rumah sakit ini bisa menjadi rujukan utama pelayanan penyakit jantung di Indonesia, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri.

RS KEI berdiri di atas lahan hampir 18.000 meter persegi dengan bangunan sekitar 12.000 meter persegi. Rumah sakit ini dilengkapi teknologi medis berstandar internasional, mulai dari hybrid catheterization laboratory, ruang ICU modern, hingga peralatan diagnostik seperti MRI, CT scan, dan USG. Dengan kapasitas 130 tempat tidur yang mencakup kamar VVIP dan VIP, fasilitas ini ditargetkan siap melayani pasien dari berbagai daerah.

Teknologi yang digunakan mencakup peralatan invasif minimal, mesin ECMO, serta perangkat intervensi jantung mutakhir, sehingga kualitas layanannya setara dengan pusat kardiologi global. Pemerintah menilai keberadaan rumah sakit ini sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional.

Wakil Menteri Kesehatan menyebut penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dengan beroperasinya RS KEI, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan jantung berkualitas semakin luas dan angka kematian dapat ditekan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan target ambisius: ia ingin menghadirkan 66 rumah sakit dengan standar layanan serupa di seluruh Indonesia dalam empat tahun ke depan. Menurutnya, RS KEI adalah awal dari pembenahan besar sektor kesehatan.

Peresmian tersebut turut dihadiri delegasi tingkat tinggi dari UEA sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset medis dan pelatihan tenaga kesehatan. Pemerintah berharap RS KEI menjadi model kolaborasi internasional yang menghasilkan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan jantung di Indonesia.

WWW.MDI.NEWS