MDI NEWS | Jakarta, 23 November 2025 — Gebyar Musik Campursari x Betawi, yang diinisiasi oleh Campursari Jakarta FM 89.2 MHz, sukses menghadirkan kemeriahan budaya di Jakarta International Velodrome, Rawamangun. Acara ini mempertemukan seni Betawi dan Jawa dalam satu panggung besar yang memancarkan kebersamaan, keragaman budaya, dan kekayaan tradisi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Wakil Camat Pulogadung, Agus Purwanto, serta Sarido, S.STP., M.Si., Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah yang turut memberikan sambutan.
Sambutan Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah
Dalam sambutannya, Sarido, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi besar terhadap terselenggaranya acara ini. Ia memberikan penghormatan kepada Direktur Raja Campursari, perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kru Campursari Jakarta FM, serta seluruh penggemar musik campursari dan Betawi.
“Kami dari perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ada di Jakarta, dalam hal ini Badan Penghubung, memberikan apresiasi yang luar biasa. Radio Campursari Jakarta FM ini pendengarnya sudah berjuta-juta. Bapak ibu pasti sudah tahu, radio campursari selalu memberikan informasi positif dan menyajikan klangenan—lagu-lagu Jawa yang membuat rindu terobati,” ujarnya.
Sarido juga menyinggung keunikan kolaborasi budaya yang tampil hari itu.
“Saya agak sedikit tidak pakem nih. Gebyar Campursari dan Betawi memakai baju Betawi, tapi jariknya Jawa. Ini menunjukkan bahwa Betawi dan Jawa adalah keluarga yang luar biasa erat,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan penonton.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan harapan agar acara ini terus menjadi kegiatan positif yang memberi inspirasi dan keteladanan bagi masyarakat.
Sambutan Wakil Camat Pulogadung, Agus Purwanto
Dalam waktu yang sama, Agus Purwanto, yang hadir mewakili Kecamatan Pulogadung, menyampaikan salam hormat dari pimpinan yang berhalangan hadir karena menghadiri kegiatan lain di tempat berbeda.
“Beliau menyampaikan salam hormat, salam bangga, dan salam hangat kepada seluruh bapak ibu yang hadir, serta kepada jajaran pimpinan Radio Campursari Jakarta beserta seluruh kru dan para penggemar campursari dan musik Betawi.”
Agus Purwanto juga menegaskan nilai positif dari kolaborasi budaya yang ditampilkan pada acara ini.

“Kolaborasi musik campursari dengan Betawi adalah kegiatan yang sangat baik dan sangat positif, yang diinisiasi oleh Radio Campursari Jakarta dan didukung oleh Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi ini menunjukkan kebersamaan, tidak hanya di bidang musik, tapi juga di bidang lainnya. Kita selalu menjaga kebersamaan dan menjalin persatuan untuk membangun Jakarta agar menjadi kota global yang nyaman dan sejahtera bagi warganya.”
Ia juga menyoroti adanya bazar binaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai bukti pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Disinilah terlihat bahwa kolaborasi itu penting, dan kolaborasi itu mewujudkan hal baik dan bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Agus Purwanto menyampaikan harapan agar Gebyar Musik Campursari x Betawi dapat menjadi kalender event rutin.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi salah satu agenda yang terus dilaksanakan di Jakarta, khususnya di Jakarta Timur dan Kecamatan Pulogadung.”
Rangkaian Acara dan Penampilan Seni
Rangkaian acara dibuka dengan tanjidor Betawi yang membangkitkan semangat pengunjung. Atraksi palang pintu turut menyemarakkan suasana melalui adu pantun jenaka dan pencak silat para jawara. Penampilan Topeng Ireng, dengan kostum mencolok dan gerakan energik, semakin memperkaya nuansa budaya di panggung.
Kemeriahan mencapai puncak dengan kehadiran dua bintang tamu:
Dimas Tedjo, maestro campursari yang terkenal dengan aksi panggung humoris dan interaktif.
Seruni Bahar, penyanyi dangdut Betawi yang membawakan lagu-lagu penuh energi.
Selain itu, acara juga menghadirkan bazar UMKM Betawi, pameran budaya, serta berbagai kegiatan lain yang menambah keseruan festival.
Sebagai penggagas, Campursari Jakarta FM 89.2 MHz berhasil menghadirkan sebuah perhelatan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menguatkan rasa persatuan melalui seni.
Gebyar Musik Campursari x Betawi menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi jembatan persaudaraan, mempererat hubungan masyarakat, dan memperkaya identitas seni Indonesia.







