width=
width=

Banjir Bandang & Longsor Terjang Cililin Bandung Barat Wisata dan Sawah Terendam, Akses Terputus

Malam ini, Jalan Raya Dayeuhkolot Kabupaten Bandung terendam banjir. Sejumlah motor yang melintas dilaporkan mogok. (Sumber/Foto : Instagram/@infobandungkota)

MDINEWS | Bekasi – Kecamatan Cililin di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menghadapi situasi darurat akibat bencana alam yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan. Pada Kamis, 4 Desember 2025, curah hujan yang turun sejak siang hari menyebabkan debit Sungai Cibitung meningkat tajam hingga akhirnya meluap saat memasuki wilayah Desa Mukapayung. Meluapnya air sungai tersebut mengakibatkan area wisata, lahan pertanian, hingga fasilitas umum terendam banjir bercampur lumpur dengan arus cukup deras.

Dampak terbesar dirasakan pada sektor pertanian. Lebih dari 5 hektare sawah dan lahan garapan milik warga terendam, membuat para petani khawatir akan potensi gagal panen. Tak hanya itu, kawasan wisata Lembah Curugan Gunung Putri yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Cililin juga mengalami kerusakan serius. Fasilitas wisata di sekitar aliran sungai rusak diterjang banjir, termasuk kolam budidaya ikan milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan sejumlah area kuliner yang menjadi penopang ekonomi lokal.

Bencana tidak berhenti pada banjir saja. Sejumlah lokasi di Cililin juga terdampak tanah longsor akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan. Material longsor dilaporkan menutup jalur penghubung antar-desa, khususnya antara Desa Nanggerang dan Mukapayung. Situasi ini menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas, sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan sementara terhambat. Warga yang tinggal di daerah rawan longsor pun diminta untuk waspada dan bersiap jika diminta mengungsi.

Meski banjir menyebabkan kerusakan di sektor pertanian dan wisata, laporan awal dari aparat setempat menyebutkan bahwa permukiman warga belum terdampak signifikan. Letak rumah yang berada cukup jauh dari tepi sungai membuat air tidak langsung mencapai area hunian. Namun demikian, pemerintah desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat terus memantau kondisi sungai dan cuaca untuk mengantisipasi potensi banjir lanjutan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa intensitas hujan yang tinggi di musim penghujan membawa risiko bencana yang semakin besar, terutama di wilayah dengan kondisi geografis curam dan banyak aliran sungai. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta perlunya kesiapsiagaan masyarakat melalui pemetaan wilayah rawan bencana, peningkatan kapasitas mitigasi, dan penguatan penataan lingkungan. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk menekan dampak bencana di masa depan dan meminimalkan kerugian baik secara ekonomi maupun sosial.

WWW.MDI.NEWS