width=
width=

Fundamental Ekonomi RI Kokoh di Awal Oktober 2025

MDINews – Jakarta, 01/10/25 Memasuki awal kuartal IV 2025, perekonomian Indonesia tetap berada di jalur yang positif. Sejumlah indikator utama menunjukkan penguatan, mulai dari PMI manufaktur yang kembali ekspansif, neraca perdagangan yang terus surplus, hingga inflasi yang stabil. Momentum ini didorong oleh permintaan domestik yang solid dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.

Aktivitas manufaktur mencatat perbaikan selama dua bulan berturut-turut. Pada September 2025, PMI Manufaktur Indonesia berada di level ekspansif 50,4, terutama berkat meningkatnya permintaan baru dari pasar dalam negeri. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri meningkatkan pembelian bahan baku dan memperkuat keyakinan terhadap prospek produksi dalam setahun ke depan. Tren positif serupa juga tampak di negara mitra dagang seperti India, Tiongkok, dan Amerika Serikat, meski Zona Eropa masih mengalami kontraksi.

Dari sisi perdagangan luar negeri, Indonesia kembali membukukan surplus pada Agustus 2025 sebesar USD5,49 miliar. Ini sekaligus memperpanjang rangkaian surplus selama 64 bulan sejak Mei 2020. Surplus nonmigas yang mencapai USD7,15 miliar mampu menutup defisit migas senilai USD1,66 miliar. Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, surplus perdagangan mencapai USD29,14 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor tetap ditopang sektor pertanian dan industri pengolahan, sementara impor barang modal yang meningkat mengindikasikan aktivitas investasi yang kembali bergairah.

Inflasi juga berada dalam batas yang terkendali, yaitu 2,65% (yoy) pada September 2025. Meski harga pangan bergejolak akibat faktor cuaca—dengan inflasi volatile food di 6,44%—inflasi inti tetap stabil di 2,19% dan administered price tercatat rendah sebesar 1,10%. Stabilitas ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat serta terjaganya harga energi bersubsidi.

Pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan momentum ekonomi. Sejumlah langkah penguatan daya beli terus dilakukan, antara lain melalui penyaluran bantuan beras dan minyak goreng, serta peluncuran paket stimulus semester II 2025. Dari sisi eksternal, pemerintah memperkuat strategi hilirisasi, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperluas diversifikasi mitra dagang untuk menjaga kinerja ekspor ke depan.

Editor : Chairi Ifando
Penulis : Chairi Ifando

WWW.MDI.NEWS