width=
width=

Pemkot Tangsel Tata Pasar Serpong Jadi Bebas Macet

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menata Pasar Serpong.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menata Pasar Serpong.

Tangsel—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kembali bergerak cepat untuk membenahi wajah kota. Kali ini, fokus utama mereka adalah menyulap kawasan Pasar Serpong agar lebih tertib dan bebas dari kemacetan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memimpin langsung upaya penataan ini. Dia turun ke lapangan untuk memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di bahu jalan pindah ke lokasi yang lebih layak.

Pindah ke Dalam, Rezeki Tetap Lancar

Pilar menekankan bahwa langkah ini bukan untuk menghalangi warga mencari nafkah. Sebaliknya, pemerintah justru ingin memberikan tempat yang lebih aman bagi para pedagang.

“Pedagang tetap saudara kita, tetapi kita juga harus menata kawasan ini. Kita merelokasi mereka ke dalam gedung pasar supaya tetap bisa berdagang dengan aman dan nyaman,” kata Pilar saat meninjau lokasi.

Pemerintah pun tidak tanggung-tanggung dalam menyiapkan fasilitas. Sebanyak lebih dari 120 kios dan los di dalam gedung pasar telah disiapkan untuk menampung para pedagang yang pindah.

Atasi Kemacetan yang Bikin Pusing

Selama ini, keberadaan pedagang di pinggir jalan sering menjadi biang kerok kemacetan di sekitar Pasar Serpong. Selain itu, kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun pedagang itu sendiri.

“Kami ingin lalu lintas di sini aman, tertib, dan tidak kumuh. Dulu pernah ada kejadian orang tertabrak motor karena jualan di pinggir jalan. Ini kan banyak mudaratnya, jadi harus kita tertibkan,” kata Pilar.

Dengan pindahnya pedagang ke dalam gedung, area luar pasar kini menjadi lebih lega. Pembeli pun bisa memarkir kendaraan dengan tenang dan berbelanja tanpa harus berdesak-desakan di pinggir jalan raya.

Jaga Komitmen Bersama

Agar ketertiban ini bertahan lama, Pemkot Tangsel mengerahkan petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka akan berjaga selama 24 jam untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang kembali turun ke jalan.

Pilar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga hasil penataan ini. Menurutnya, pasar yang rapi adalah milik bersama.

“Kita ingin Pasar Serpong menjadi contoh penataan kawasan yang tertib. Mari kita jaga komitmen ini bersama-sama, biar semua merasa nyaman dan aman saat berbelanja,” kata Pilar dengan optimis. (Raviyanto)

WWW.MDI.NEWS