Mdi.News Bekasi Ketua Umum Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) menyayangkan tertangkapnya Bupati Bekasi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh aparat penegak hukum. Penangkapan tersebut dinilai sebagai ironi, mengingat sosok bupati yang dikenal sebagai figur muda dan kerap dijuluki “raja bongkar” karena keberaniannya dalam menertibkan berbagai persoalan di daerah.
Menurut Ketua Umum AsMEN, kasus ini menjadi tamparan keras bagi publik, khususnya generasi muda yang selama ini menaruh harapan besar pada kepemimpinan anak muda di daerah. “Ini sangat disayangkan. Seorang kepala daerah muda yang sebelumnya tampil tegas, berani, dan dekat dengan rakyat, justru harus berhadapan dengan hukum melalui OTT,” ujarnya, Sabtu 20/12/2025

Ketua Umum AsMEN menilai, kasus tersebut harus dijadikan pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik agar tetap menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah rakyat. Ia juga menekankan peran penting media sebagai pilar demokrasi dalam melakukan kontrol sosial.
“AsMEN mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi. Kami berharap kasus ini diusut tuntas agar kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan institusi hukum tetap terjaga,” pungkasnya.







