Mdinews, Tangerang — Yayasan Peduli Insan Mulia (YPIM) menyalurkan bantuan paket sembako kepada puluhan pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (28/12/2025). Kegiatan sosial ini menyasar para pengemudi yang menjadi tulang punggung keluarga di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
Penyaluran bantuan berlangsung sederhana dan tertib. Acara diawali dengan sambutan panitia, dilanjutkan perwakilan pengemudi ojek online, serta ditutup dengan doa bersama.
Salah satu penerima bantuan, Muhaya, mengaku telah bekerja sebagai pengemudi ojek sejak 2004. Pria yang memiliki lima anak itu menyampaikan bahwa pendapatan pengemudi ojol saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang kondisinya tidak seperti dulu. Harapannya tarif ojek online bisa kembali disesuaikan agar kami lebih layak memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Muhaya.
Relawan Yayasan Peduli Insan Mulia, Mumu, mengatakan program bantuan sembako bagi pengemudi ojek online ini merupakan kegiatan perdana yang digelar pihaknya sepanjang tahun 2025.
“Kami berharap ke depan bantuan untuk para pejuang keluarga ojol dapat dilakukan lebih intens dan berkelanjutan. Tidak hanya sembako, tetapi juga bantuan penunjang kerja seperti ganti oli atau kebutuhan operasional lainnya,” ujarnya.
Mumu juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah menyalurkan infaq dan sedekah melalui Yayasan Peduli Insan Mulia.
“Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan infaq dan shodaqohnya kepada kami. Kami mohon doa agar yayasan ini terus diberi kemudahan dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Peduli Insan Mulia turut menyampaikan keprihatinan atas bencana tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pihak yayasan menyatakan tengah menggalang bantuan untuk para korban bencana.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Yayasan Peduli Insan Mulia terhadap pengemudi ojek online yang terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
(Randhi)







