Indramayu Pendidikan karakter kebangsaan sejak usia dini terus ditanamkan di lingkungan pendidikan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Kabupaten Indramayu. Salah satu bentuknya terlihat dari para santri tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) yang telah diajarkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lengkap tiga stanza.
Pembelajaran lagu kebangsaan tiga stanza tersebut menjadi bagian dari pendidikan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang diterapkan secara bertahap sesuai usia anak. Meski masih berusia dini, para santri dibimbing untuk mengenal makna persatuan, kebhinekaan, serta semangat nasionalisme melalui lagu kebangsaan.
Pengajar TK di lingkungan Al-Zaytun
menyampaikan bahwa pengenalan Indonesia Raya tiga stanza dilakukan dengan metode yang menyenangkan dan edukatif. Anak-anak tidak hanya diajak menghafal lirik, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti rasa syukur, persatuan bangsa, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
“Pendidikan kebangsaan tidak harus menunggu usia dewasa. Sejak TK, anak-anak sudah bisa dikenalkan lagu nasional sebagai bagian dari pembentukan karakter,” ujar salah satu tenaga pendidik.
Langkah ini mendapat perhatian masyarakat karena tidak semua lembaga pendidikan memperkenalkan Indonesia Raya tiga stanza sejak dini. Lagu kebangsaan tiga stanza sendiri secara resmi diatur sebagai bentuk utuh dari lagu nasional Indonesia, yang biasanya dinyanyikan pada momen-momen tertentu sesuai ketentuan
Dengan pembelajaran ini, Al-Zaytun berharap para santri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan religius, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Pendidikan yang seimbang antara nilai keagamaan dan kebangsaan dinilai penting untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berjiwa Pancasila ***







