width=
width=

Perseteruan Tanah Nenek Elina dan Ormas Berujung Ketegangan, Aparat Turun Tangan

Foto: Istimewa

MDINEWSPerseteruan sengketa tanah yang melibatkan seorang warga lanjut usia bernama Nenek Elina dengan sebuah organisasi masyarakat (ormas) kini menjadi sorotan publik. Konflik tersebut memicu ketegangan di lokasi sengketa dan mendorong aparat keamanan turun tangan untuk meredam situasi.

Kasus ini bermula dari klaim kepemilikan sebidang tanah yang telah ditempati Nenek Elina selama puluhan tahun. Namun belakangan, ormas setempat mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut dan menuntut agar tanah dikosongkan. Perbedaan klaim ini memicu adu argumen hingga berujung pada ketegangan di lapangan.

Sejumlah saksi menyebutkan bahwa Nenek Elina menunjukkan dokumen kepemilikan lama sebagai dasar hak atas tanah tersebut. Di sisi lain, pihak ormas menyatakan memiliki dasar hukum tersendiri yang menurut mereka sah. Hingga kini, keabsahan dokumen dari kedua belah pihak masih menjadi perdebatan.

Kondisi ini mengundang simpati luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai sengketa tanah yang melibatkan warga lanjut usia harus ditangani secara manusiawi dan mengedepankan keadilan. Aksi solidaritas dan dukungan moral terhadap Nenek Elina pun bermunculan, baik di lingkungan sekitar maupun di media sosial.

Aparat kepolisian dan pemerintah daerah telah mendatangi lokasi untuk menjaga keamanan serta mencegah konflik meluas. Pihak berwenang mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum yang berlaku.

Pemerintah daerah menyatakan siap memfasilitasi mediasi antara Nenek Elina dan pihak ormas guna mencari solusi terbaik. Proses klarifikasi dokumen dan status lahan juga akan dilakukan oleh instansi terkait.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sengketa terpantau kondusif, meski proses penyelesaian hukum masih berjalan. Publik berharap konflik ini dapat diselesaikan secara adil tanpa merugikan pihak yang lemah.

WWW.MDI.NEWS