MDINEWS — Tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air yang mampu mengubah air keruh di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi air bersih yang aman dan layak untuk diminum. Inovasi ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Air keruh yang selama ini dimanfaatkan warga Aceh Tamiang diketahui memiliki tingkat kekeruhan dan kandungan zat pencemar yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut membuat air sungai dan sumur tidak dapat langsung digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Melalui riset terapan, tim ITB menerapkan teknologi penyaringan dan pemurnian berbasis material lokal dan sistem filtrasi bertahap. Proses ini mampu menurunkan tingkat kekeruhan, menghilangkan bakteri berbahaya, serta menyesuaikan pH air hingga memenuhi standar air minum.
Salah satu peneliti ITB menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang agar mudah diterapkan di daerah pedesaan dengan biaya yang relatif terjangkau. Sistem pengolahan air tersebut juga tidak memerlukan energi besar, sehingga cocok digunakan di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Uji laboratorium dan pengujian lapangan menunjukkan hasil yang positif. Air hasil olahan dinyatakan memenuhi standar kualitas air minum dan dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat setelah melalui proses pengolahan.
Pemerintah daerah Aceh Tamiang menyambut baik inovasi tersebut dan berharap teknologi ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selama ini, persoalan air bersih menjadi salah satu tantangan utama di wilayah tersebut, terutama bagi warga di daerah terpencil.
Keberhasilan ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi bagi persoalan masyarakat. ITB menyatakan akan terus mengembangkan dan menyempurnakan teknologi pengolahan air agar dapat direplikasi di daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
MDINEWS akan terus mengikuti perkembangan penerapan teknologi ini dan dampaknya bagi masyarakat Aceh Tamiang serta wilayah lain di Indonesia.







