width=
width=

Color Tone dan Literasi Media: Peran Visual dalam Membentuk Pemahaman Publik

Foto: Ilustrasi

MDINEWS Di tengah arus informasi yang kian deras, peran media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga memastikan pesan dapat dipahami publik secara utuh dan bertanggung jawab. Salah satu aspek penting yang kini menjadi perhatian dalam dunia jurnalistik adalah penggunaan color tone dan kaitannya dengan literasi media masyarakat.

Dalam praktik pemberitaan modern, visual menjadi elemen utama yang menyertai narasi berita. Color tone atau nuansa warna yang digunakan pada foto dan video liputan berfungsi sebagai bahasa visual yang membantu audiens menangkap konteks peristiwa sejak pandangan pertama. Pemilihan warna yang tepat mampu memperkuat makna berita tanpa harus mengurangi substansi fakta.

Pada liputan peristiwa serius seperti bencana alam, konflik, atau kasus hukum, media umumnya menggunakan tone warna gelap atau netral untuk menghadirkan kesan objektif, empati, dan kewaspadaan. Sebaliknya, pada liputan edukasi, sosial, dan kemanusiaan, tone hangat dan cerah kerap dipilih untuk membangun kedekatan emosional dan optimisme.

Namun demikian, color tone tidak dapat berdiri sendiri tanpa diimbangi literasi media yang baik. Literasi media menjadi kemampuan penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa visual hanyalah salah satu bagian dari informasi. Audiens dituntut untuk tidak menilai berita hanya dari tampilan visual, tetapi juga dari isi, konteks, sumber, dan keakuratan data yang disajikan.

MDI NEWS memandang bahwa literasi visual merupakan bagian dari literasi media yang tidak terpisahkan. Masyarakat yang memiliki literasi baik akan mampu membedakan antara visual yang digunakan untuk penguatan pesan jurnalistik dan visual yang sengaja dimanipulasi untuk memancing emosi atau opini tertentu.

Dalam era digital dan media sosial, tantangan semakin besar. Banyak informasi beredar dengan visual yang dramatis, kontras warna tinggi, dan judul provokatif, namun minim verifikasi. Di sinilah peran media arus utama menjadi krusial, yakni menjaga keseimbangan antara daya tarik visual dan tanggung jawab informasi.

Sebagai media, MDI NEWS menempatkan color tone sebagai bagian dari strategi penyampaian pesan yang etis. Visual digunakan untuk membantu publik memahami situasi, bukan menggiring persepsi. Sementara itu, narasi berita tetap berpegang pada prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi.

Ke depan, penguatan literasi media menjadi tanggung jawab bersama—media, institusi pendidikan, dan masyarakat. Dengan literasi yang baik, publik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga pembaca kritis yang mampu memahami pesan secara menyeluruh.

Dengan demikian, color tone dan literasi media bukan sekadar elemen pendukung, melainkan fondasi penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, kredibel, dan berorientasi pada kepentingan publik.

WWW.MDI.NEWS