width=
width=

Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja Wakili Indonesia di Kompetisi Utama Sundance 2026

MDI.NEWS, Jakarta — Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Para Perasuk, karya penulis sekaligus sutradara Wregas Bhanuteja dan diproduksi oleh Rekata Studio, resmi terpilih untuk melakukan penayangan perdana dunia (world premiere) sekaligus berkompetisi dalam World Cinema Dramatic Competition di Sundance Film Festival 2026. Festival film bergengsi tersebut akan berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Amerika Serikat.

Para Perasuk menjadi satu dari 10 film internasional terpilih yang lolos seleksi dari ribuan kandidat yang dikirimkan ke Sundance tahun ini. Film ini bersaing dengan sembilan film lainnya dari berbagai negara dalam salah satu kategori kompetisi paling prestisius di Sundance, yang dikenal sebagai panggung utama bagi sinema independen dunia.

Film panjang ketiga Wregas Bhanuteja ini dibintangi oleh jajaran aktor papan atas Indonesia, antara lain Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain itu, film ini juga menghadirkan Anggun sebagai pemeran pendukung, yang menandai debutnya dalam film panjang produksi Indonesia. Para Perasuk diproduksi oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, serta merupakan hasil ko-produksi lintas negara antara Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Secara cerita, Para Perasuk mengikuti perjalanan Bayu, seorang pemuda desa bernama Latas yang bercita-cita menjadi perasuk andal dalam tradisi pesta kerasukan yang telah diwariskan turun-temurun. Ketika mata air suci yang menjadi sumber ritual tersebut terancam, Bayu berambisi memimpin pesta kerasukan berskala besar demi menggalang dana penyelamatan. Namun, perjalanan itu justru membawanya pada pemahaman bahwa ambisi semata tidak cukup untuk menyelamatkan desa maupun dirinya sendiri.

Produser Iman Usman menyampaikan bahwa terpilihnya Para Perasuk di Sundance merupakan pencapaian penting bagi perfilman Indonesia. Ia menyebut film ini menjadi bukti bahwa cerita lokal Indonesia mampu bersaing dan berdiri sejajar di panggung internasional.

“Kami bangga karena Para Perasuk terpilih sebagai satu dari sepuluh film internasional yang berkompetisi di World Cinema Dramatic Competition Sundance 2026, sebuah seleksi yang sangat ketat dan prestisius,” ujar Iman Usman.

Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari tradisi pesta kerasukan yang ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Ia berupaya menghadirkan sudut pandang berbeda dengan menampilkan kerasukan secara lebih humanis, bukan semata sebagai elemen horor.

“Film ini saya buat untuk membalik perspektif, bahwa kerasukan bukan hanya soal ketakutan, tetapi juga tentang cara manusia mencari kebahagiaan dan melepaskan beban hidup,” kata Wregas.

Sementara itu, Angga Yunanda mengungkapkan bahwa perannya sebagai Bayu memberinya tantangan baru dalam mengeksplorasi kemampuan akting. Ia merasa karakter tersebut menuntut kedalaman emosi dan disiplin yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.

“Memerankan Bayu membawa saya ke perjalanan baru dalam keaktoran, terutama dalam menggali sisi yang belum pernah saya eksplorasi sebelumnya,” ujar Angga.

Sebelum terpilih di Sundance 2026, Para Perasuk telah lebih dahulu meraih CJ ENM Award dalam ajang Asian Project Market di Busan International Film Festival 2024. Film ini sekaligus melanjutkan rekam jejak Wregas di Sundance, setelah film pendeknya Tak Ada yang Gila di Kota Ini berkompetisi pada 2020. Para Perasuk dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia setelah penayangan perdananya di Sundance.  (***)

WWW.MDI.NEWS