MDI.NEWS, Jakarta — Ardit Erwandha bersama Adzana Ashel, Maudy Effrosina, dan Afgan menghadiri konferensi pers perilisan official trailer dan poster film Tunggu Aku Sukses Nanti, sebuah film drama keluarga produksi Rapi Films yang mengangkat realitas kehidupan keluarga Indonesia.
Konferensi pers tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Acara ini turut dihadiri jajaran pembuat film, di antaranya sutradara Naya Anindita dan produser Sunil Samtani.
Peluncuran trailer dan poster ini menjadi penanda dimulainya rangkaian promosi film yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026. Film ini diharapkan menjadi tontonan keluarga dengan tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tunggu Aku Sukses Nanti menyoroti dinamika keluarga besar Indonesia, khususnya tekanan sosial yang kerap muncul dalam pertemuan keluarga. Isu perbandingan pencapaian, standar kesuksesan, serta stigma terhadap anggota keluarga yang belum mapan menjadi benang merah cerita.
Dalam film tersebut, Ardit Erwandha memerankan tokoh utama bernama Arga, seorang anak laki-laki yang masih berjuang secara ekonomi dan kerap menjadi objek perbandingan di lingkungan keluarganya. Karakter ini digambarkan berada di titik tertekan, namun tetap berusaha mempertahankan harga diri.
Ardit menyampaikan bahwa karakter Arga memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman pribadinya, sehingga proses pendalaman peran terasa lebih intens. Ia menilai karakter tersebut sangat relevan dengan realitas banyak orang.
(Pemeran Arga, Ardit Erwandha, menuturkan bahwa karakter tersebut merefleksikan pengalaman personal yang membuat proses pendalaman peran terasa lebih emosional.

Sementara itu, Adzana Ashel yang berperan sebagai Alma, adik Arga, menjelaskan bahwa karakternya hadir sebagai bentuk dukungan emosional di tengah tekanan keluarga. Alma digambarkan sebagai sosok yang memilih memahami daripada menghakimi.
Maudy Effrosina yang memerankan Andin, kekasih Arga, menyebut perannya sebagai representasi pasangan yang menjadi ruang aman bagi seseorang yang sedang berjuang. Menurutnya, kehadiran Andin menjadi penyeimbang emosi dalam perjalanan Arga.
Di sisi lain, Afgan memerankan tokoh Dwiki, sepupu Arga yang telah mencapai kesuksesan lebih dulu. Karakter ini merepresentasikan figur “anak emas” dalam keluarga besar yang kerap tanpa sadar menimbulkan tekanan.
Afgan menyampaikan bahwa karakter Dwiki tidak sepenuhnya berniat menyakiti, melainkan mencerminkan pola komunikasi yang sering terjadi dalam keluarga. “Kadang niatnya perhatian, tapi caranya keliru, dan itu sering kita temui,” kata Afgan.
Sutradara Naya Anindita menegaskan bahwa film ini ingin menyampaikan pesan bahwa kesuksesan tidak bisa diukur dengan satu standar. Ia berharap kisah Arga dapat menjadi cermin bagi penonton untuk lebih berempati terhadap sesama anggota keluarga.
Dengan latar cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Tunggu Aku Sukses Nanti diharapkan mampu menjadi tontonan reflektif bagi keluarga Indonesia saat Lebaran. Film ini mengajak penonton memahami bahwa setiap orang memiliki proses dan garis waktu kesuksesan yang berbeda. (***)







