width=
width=

AsMEN Tegaskan Peran Pers Sehat dalam Mewujudkan Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat

Oplus_0

MDI.NEWS | Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal Asistensi Media Nasional (AsMEN), Moh Hatta Tahir, S.Sos, menegaskan bahwa pers yang sehat merupakan fondasi utama dalam membangun ekonomi berdaulat dan memperkuat ketahanan bangsa.

AsMEN Tegaskan Peran Pers Sehat dalam Mewujudkan Ekonomi Berdaulat dan Bangsa KuatAsMEN Tegaskan Peran Pers Sehat dalam Mewujudkan Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat

Hal tersebut disampaikannya di depan anggota dan pengurus DPD AsMEN Jakarta Selatan, dalam diskusi dan pemaparan bertema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Selasa 10 Februari 2026.

Menurut Moh Hatta Tahir, pers tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas pemberitaan, melainkan sebuah ekosistem utuh yang mencakup jurnalis, redaksi, perusahaan media, hingga konten yang dikonsumsi masyarakat luas.

“Pers yang sehat adalah pers yang independen, profesional, dan berkelanjutan. Tanpa itu, media akan kehilangan kepercayaan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pers sehat harus bebas dari intervensi kepentingan sempit, taat pada kode etik jurnalistik, menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, serta mampu bertahan secara finansial dan sumber daya manusia di tengah tantangan era digital.

Dalam konteks ini, AsMEN mengambil peran strategis melalui bidang pendidikan, dengan mendorong literasi media dan digital bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

“AsMEN juga fokus pada pelatihan jurnalisme dasar, cek fakta, dan etika media, serta peningkatan kapasitas jurnalis muda dan kontributor daerah. Tujuannya jelas, mencetak SDM pers yang kompeten dan berintegritas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Moh Hatta Tahir mengaitkan pers sehat dengan terwujudnya ekonomi berdaulat. Ia menilai, kedaulatan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga oleh arus informasi yang adil dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ekonomi berdaulat berarti aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi nasional tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar. UMKM, koperasi dan ekonomi lokal harus kuat, dan informasi ekonomi tidak boleh dimonopoli atau dimanipulasi,” tegasnya.

Dalam hal ini, AsMEN mendorong peran media sebagai penggerak ekonomi rakyat melalui pemberitaan UMKM, Koperasi , ekonomi kreatif, dan wirausaha lokal, serta pendampingan promosi digital bagi pelaku usaha kecil. Media, kata dia, harus menjadi sarana edukasi ekonomi masyarakat, bukan sekadar penonton dinamika pasar.

Tak kalah penting, Moh Hatta Tahir menekankan bahwa pers memiliki peran sentral dalam membangun bangsa yang kuat. Bangsa yang kuat, menurutnya, lahir dari masyarakat yang cerdas informasi, tahan terhadap hoaks dan disinformasi, solid secara sosial, serta memiliki kepercayaan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Melalui kampanye anti-hoaks, edukasi pers sebagai perekat persatuan, dan penyediaan ruang dialog sosial yang sehat, media dapat menjadi penjaga harmoni sosial dan demokrasi,” jelasnya.

Program sosial AsMEN, lanjut dia, diarahkan untuk memperkuat fungsi tersebut agar pers benar-benar hadir sebagai penopang persatuan di tengah kemajemukan bangsa.

Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan benang merah antara tema besar dan peran AsMEN. “Pers yang sehat akan melahirkan informasi yang mencerahkan. Informasi yang mencerahkan akan menguatkan ekonomi rakyat. Dan ekonomi yang berdaulat akan membentuk bangsa yang kuat,” pungkasnya.

Menurut Moh Hatta Tahir, di titik itulah Asistensi Media Nasional dengan program pendidikan, ekonomi dan sosialnya hadir sebagai penghubung antara media, masyarakat, dan pembangunan nasional, guna memastikan pers tetap menjadi pilar strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia.

(Redaksi MDI.NEWS)

Penulis: Imam Setiadi Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS