width=
width=
FILM  

Seni Merayu Tuhan Suguhkan Kisah Pencarian Jati Diri Anak Muda

MDI.NEWS,  Jakarta — Wahana Kreator merilis official trailer film drama Seni Merayu Tuhan, adaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Film yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026 ini mengangkat kisah pencarian makna hidup seorang anak muda setelah menghadapi kehilangan orang yang paling dicintainya. Melalui cerita yang dekat dengan realitas generasi muda, film ini memadukan tema keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan perjalanan spiritual menuju kedewasaan. Pada Kamis, 2 Juli 2026.

Tokoh utama bernama Hikmah, yang diperankan Ari Irham, digambarkan sebagai pemuda yang larut dalam kesenangan hidup hingga mengabaikan keluarga dan kehidupan beragamanya. Ketika sang ibu, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka, meninggal dunia, Hikmah mulai merasakan penyesalan mendalam. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mengubah hidupnya dan membawanya pada perjalanan untuk kembali mengenal Tuhan serta menemukan arti kehidupan yang sesungguhnya.

Produser Salman Aristo mengatakan film ini tidak hanya menyuguhkan drama keluarga, tetapi juga menghadirkan kisah yang relevan dengan kehidupan anak muda masa kini. Menurutnya, perjalanan Hikmah merupakan refleksi dari proses bertumbuh yang kerap dialami banyak orang dalam menemukan jati diri dan makna hidup.

“Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup,” ujar Salman Aristo.

Film ini menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah yang selama ini dikenal sebagai editor film peraih tiga Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI). Ia mengaku kisah yang diangkat dalam Seni Merayu Tuhan memiliki kedekatan emosional dengan dirinya sehingga mendorongnya mengambil langkah baru sebagai sutradara.

“Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tetapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal bagi saya. Cerita ini memanggil saya untuk menangkap perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses menuju kedewasaan,” kata Cesa David Luckmansyah.

Bagi Ari Irham, memerankan Hikmah menjadi pengalaman berbeda dibandingkan karakter-karakter yang sebelumnya pernah ia bawakan. Menurutnya, kegelisahan yang dirasakan tokoh Hikmah memiliki banyak kesamaan dengan realitas yang dihadapi generasi muda saat ini dalam mencari arah hidup, memahami keluarga, dan mengenali jati diri.

“Sebagai anak muda, saya juga pernah berada di fase mencari jati diri. Saya yakin perjalanan Hikmah akan terasa dekat bagi banyak orang yang sedang belajar memahami dirinya, keluarganya, dan proses untuk bertumbuh,” ungkap Ari Irham.

Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Naskah film ditulis Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania. Film ini diproduksi Wahana Kreator bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment.

Sebagai adaptasi dari sebuah buku, Seni Merayu Tuhan turut menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) serta Mizan Pustaka sebagai penerbit buku aslinya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menumbuhkan budaya membaca, memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang semakin modern, sekaligus menjadikan film sebagai ruang diskusi yang mempertemukan literasi dengan dunia perfilman. Film Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS