MDI NEWS | Jakarta, – Organisasi Masyarakat (Ormas) Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu atau SNKB menilai ada kepentingan politik tertentu atas polemik yang terjadi di Ponpes Al Zaytun.
Hal itu terlihat setelah mengamati di media sosial banyak yang sengaja menciptakan opini sesat oleh oknum-oknum politisi busuk yang haus kekuasaan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP SNKB, ustad Bram Azhar saat memperhatikan keterangan ketiga narasumber yang mengaku sebagai mantan NII, mantan Alumni Al-zaytun, dan mantan pendiri Yayasan.
“Masing-masing menceritakan kejadian yang dialaminya, dan sangat disayangkan MUI sebagai wadah seluruh Umat islam sebelum melakukan tabayun sudah mengeluarkan fatwa sesat,” katanya.
Bram, menilai mereka telah melakukan upaya memecah belah (disintegrasi) bangsa. MUI dengan gampang mengeluarkan Fatwa kepada pimpinan pondok pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang, karena dianggap mengajarkan ajaran yang tidak lazim kepada santri-santrinya,” imbuhnya.
“Ormas SOLIDARITAS NASIONAL KEBHINEKAAN BERSATU (SNKB) tetap menyikapi bahwa itu semua adalah berita hoaks semata. Mengapa? Alasannya adalah yang menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku hoaks adalah adanya kepentingan pribadi atau golongan, yakni ingin menggiring opini khalayak mengenai dirinya, golongannya dan ini termasuk cara licik untuk memperoleh tujuan,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa seseorang bisa menjadi korban kabar bohong?
“Penyebabnya tak lain karena keengganan untuk mencari sumber lain guna membenarkan atau meyakinkan dirinya bahwa apakah berita yang ia terima itu benar atau tidak padahal dengan kecanggihan teknologi informasi, kita bisa mencari berita mengenai sesuatu sebanyak mungkin. Jadi untuk menjadi korban Hoax tak perlu berpendidikan rendah karena yang berpendidikan tinggi pun bisa menjadi korban Hoaks,” paparnya.
Sekian itu, kata Bram faktornya adalah fanatisme maupun kebencian yg membabi buta ini adalah faktor yg sulit dihilangkan,karena menyembuhkan kebencian maupun fanatisme itu mirip menyembuhkan koreng dimusim hujan.
“Imam Syafi’i mengingatkan kita pada kitab Ar-risalah:
“Sesungguhnya, kebohongan yang juga dilarang adalah kebohongan tak terlihat,yaitu menceritakan kabar dari orang yang tak jelas apakah ia jujur atau tidak,” jelasnya.
“Berdasarkan ujaran Imam Syafi’i tersebut kita juga dilarang menyebarkan berita yang masih samar-samar, tidak jelas sumber aslinya. Kita dilarang menyebarkan berita katanya kata sifulan. Sebab berita samar-samar dihukumi sebagai berita bohong .Nah berita samar-samar saja tergolong berita bohong bagaimana dengan berita yang nyata dibuat untuk berbohong?,” bebernya.
Bram berharap semua bisa mengambil pelajaran dan peristiwa berita hoaks dan semoga Allah menjauhkan umat dari sifat iri dan dengki sehingga tidak berperilaku seperti Iblis yang menyebarkan hoaks. ***








Semoga semakin banyak orang2 yg paham dan bijak dalam bersikap soal polemik Alzaytun ,BRAVO Syaykh AS Panji Gumilang,BRAVO Alzaytun ….ALZAYTUN JAYA INDONESIA JAYA…MERRRDEKA💪💪💪