width=
width=
OPINI  

ADF Season 2 Bahas Kesadaran Ekologis dan Pelestarian Lingkungan

MDI.NEWS, Bekasi —— AsMEN Discussion Forum (ADF) kembali hadir memasuki Season 2 pada Jumat (6/2/2026). Mengangkat tema “Urgensi Pelestarian Lingkungan, Menjawab Tantangan Bencana Ekologis”, diskusi ini menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam di tengah meningkatnya ancaman krisis lingkungan.

Kegiatan berlangsung di Studio AsMEN, Jalan Puncak Cikunir No.14 Jakasampurna Kota Bekasi. Tema tersebut diangkat karena maraknya bencana ekologis yang dipicu kerusakan lingkungan, seperti deforestasi yang tidak terkendali hingga mengganggu keseimbangan ekosistem.

Dua narasumber dari kalangan akademisi hadir dalam forum ini, yakni Adhie Pamungkas dan pakar jurnalistik sekaligus pemerhati sosial, Sastra Suganda. Diskusi dipandu wartawan senior M. Hatta Tahir.

Dalam pemaparannya, Adhie Pamungkas meluruskan istilah yang kerap disalahpahami masyarakat terkait “bencana alam”. Menurutnya, alam tidak pernah memberikan bencana kepada manusia.

“Kita tidak boleh menghakimi alam. Istilah yang lebih tepat adalah bencana ekologis, karena banyak peristiwa terjadi akibat ulah manusia sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada Juli 2023 yang menyebut bahwa era global warming telah bergeser menjadi global boiling atau pendidihan global.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa krisis iklim semakin ekstrem, bahkan Juli 2023 tercatat sebagai salah satu bulan dengan suhu tertinggi dalam sejarah.

Sebagai solusi, Adhie menyinggung konsep ekoteologi yang digagas Kementerian Agama. Konsep ini mendorong para pemuka agama untuk menyampaikan dakwah dan dalil yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Sementara itu, Sastra Suganda menyoroti langkah strategis Presiden Prabowo Subianto yang pada 3 Februari 2026 mengumpulkan kepala daerah bersama TNI-Polri guna membahas pengelolaan kekayaan alam dan swasembada pangan.

“Indonesia ini kaya, salah satunya kelapa sawit yang sangat dibutuhkan dunia. Jika dikelola dengan baik sesuai arahan Presiden, Indonesia bisa semakin sejahtera. Istilah Jawanya, gemah ripah loh jinawi,” ungkapnya optimistis.

Ia menambahkan, wilayah Sumatra dan Kalimantan memiliki potensi besar dalam pengelolaan sawit, namun perlu dikombinasikan dengan tanaman buah dan pepohonan keras agar keseimbangan ekologis tetap terjaga.

Dalam sektor pangan, Sastra menyebut Indonesia masih mampu mencatat surplus hingga delapan bulan ke depan meski menghadapi berbagai tantangan bencana.

Diskusi ADF Season 2 ini menegaskan bahwa kesadaran ekologis bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama demi keberlanjutan bangsa dan generasi mendatang. (***)

 

Penulis: Imam Setiadi
WWW.MDI.NEWS