MDI.NEWS, Jakarta— Panitia Hari Lahir (Harlah) ke-5 Asistensi Media Nasional (AsMEN) menggelar audiensi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Harlah ke-5, mulai dari penetapan jadwal dan tempat, penyusunan rangkaian acara, hingga distribusi undangan kepada pemangku kepentingan.
Audiensi tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di antaranya Adam, Iwan dari Biro Umum, serta Asril Wijaua dan Mia dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). AsMEN diwakili Abdul Haris bersama jajaran pengurus DPP, DPW DKI Jakarta, DPD Jakarta Pusat, turut membahas kebutuhan teknis dan dukungan pemerintah untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, perwakilan AsMEN menjelaskan bahwa panitia sebelumnya telah menyampaikan surat kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai rencana penyelenggaraan Harlah ke-5. Panitia berharap kegiatan tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah, termasuk kemungkinan kehadiran Gubernur, penggunaan fasilitas Balai Kota, serta bantuan konsumsi bagi peserta.
Panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan Harlah dirancang sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara insan pers, pemerintah, dan generasi muda. Karena itu, persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Salah satu agenda yang direncanakan dalam Harlah ke-5 AsMEN adalah diskusi atau gelar wicara yang mengangkat tema Semangat Sumpah Pemuda, Jiwa Gotong Royong, Sinergi AsMEN, Pemerintah, dan Generasi Muda untuk Memperkuat Ketahanan Nasional. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga persatuan dan memperkuat wawasan kebangsaan.
Panitia merencanakan kehadiran sekitar 250 undangan yang berasal dari unsur internal AsMEN, perwakilan pengurus di wilayah DKI Jakarta dan daerah lain, serta organisasi kepemudaan. Namun, jumlah peserta masih dapat disesuaikan dengan kapasitas ruangan dan ketentuan teknis yang berlaku di lingkungan Balai Kota.
Untuk mendukung substansi diskusi, panitia berencana mengundang narasumber dari unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pertahanan. Perwakilan Dewan Pers juga masuk dalam rencana undangan agar pembahasan dapat mencakup peran media dalam memperkuat kehidupan demokrasi dan ketahanan nasional.
Perwakilan Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa agenda Gubernur memiliki tingkat kepadatan yang tinggi sehingga kepastian kehadiran kepala daerah harus menunggu proses koordinasi dan disposisi. Oleh karena itu, panitia diminta menyiapkan susunan acara, tema, daftar narasumber, dan komposisi peserta secara terperinci sebagai bahan pertimbangan pimpinan.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kesbangpol dan perangkat daerah terkait terbuka serta mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan melalui kolaborasi. Namun, pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan kondisi dan kemampuan dukungan yang tersedia,” demikian penegasan perwakilan pemerintah dalam pertemuan tersebut.
Pembahasan berikutnya berfokus pada penggunaan tempat dan dukungan fasilitas. Setelah mempertimbangkan sejumlah kendala teknis, termasuk ketersediaan ruang dan akses bagi peserta, pertemuan mengarah pada rencana penggunaan ruangan di lantai 22 Balai Kota DKI Jakarta. Jumlah peserta juga perlu disesuaikan dengan kapasitas tempat agar kegiatan berlangsung tertib dan nyaman.
Terkait kebutuhan konsumsi, pihak Kesbangpol menyampaikan bahwa dukungan tersebut perlu menyesuaikan ketersediaan anggaran dan mekanisme pengadaan yang berlaku. Panitia selanjutnya diminta mengajukan surat resmi kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta dengan mencantumkan kebutuhan penggunaan ruangan, konsumsi, serta permohonan dukungan terhadap pelaksanaan acara. Pengajuan tersebut akan diproses melalui koordinasi internal pemerintah daerah.
Pada akhir audiensi, panitia dan perwakilan Pemprov DKI Jakarta menyepakati tanggal 20 Oktober 2026 sebagai rencana pelaksanaan Harlah ke-5 AsMEN, dengan lokasi yang diarahkan ke ruangan lantai 22 Balai Kota. Kepastian dukungan konsumsi dan kehadiran pejabat masih mengikuti proses administrasi serta disposisi pimpinan. Panitia berharap koordinasi yang telah dilakukan dapat memperlancar persiapan dan mewujudkan kegiatan yang memperkuat sinergi antara organisasi media, pemerintah, dan generasi muda. (***)






