width=
width=
TIPS  

Dari Dodhy Kangen Band: Jangan Terlena Saat di Atas, Jangan Berbisnis Jika Tak Kuasai Ilmunya

MDI.NEWS | Kisah inspiratif— Tidak ada yang menyangka, di balik kejayaan Kangen Band yang lagu-lagunya mewarnai hidup jutaan pendengar, para personelnya pernah jatuh sedalam-dalamnya. Salah satunya adalah Dodhy, sang gitaris sekaligus pencipta lagu-lagu hits yang menjadi identitas Kangen Band.

Di puncak popularitas, Dodhy mencoba peruntungan di dunia bisnis. Ia membuka kafe, peternakan, hingga usaha dagang. Namun bukannya untung, seluruh bisnis itu justru menyeretnya ke jurang kebangkrutan.

“Aku sudah coba usaha apa saja dan bangkrut. Habis empat rumah. Di Cibubur aku sampai ngontrak, cuma punya motor enam juta,” kenangnya di Kaybin Studio, Jakarta Selatan.

Situasi makin berat ketika Kangen Band dihantam konflik internal. Antarpersonel saling menjauh, dan mereka hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Bebe, sang basis, terpaksa menjadi ojek online dan hidup serba kekurangan. Izy, kibordis, menjaga toko vape kecil selama bertahun-tahun. Bahkan Tama, gitaris, berkendara dengan motor yang speedometer-nya pecah.

“Kami sempat mikir pulang kampung, tapi malu. Orang taunya artis, pasti kaya. Padahal kami benar-benar susah,” kata Dodhy.

Harapan yang Datang Perlahan

Cahaya harapan datang dari Ucup Synchronize dan Aji, manajer Wali Band, yang mengupayakan perdamaian para personel. Setelah proses panjang dan penuh canggung, Kangen Band akhirnya sepakat untuk rujuk dan kembali bermusik.

Namun perjalanan belum mulus. Reuni berjalan dengan kikuk, pemasukan minim, dan pandemi membuat keadaan makin terjepit.

Hingga akhirnya, label Wahana Musik menawarkan kontrak pembuatan 250 lagu senilai sekitar Rp 8 miliar. Dari kontrak itu, tiap personel mendapat pemasukan yang cukup untuk bertahan, meski belum benar-benar bangkit.

Tahun pertama melahirkan 15 lagu, namun tak ada satu pun yang meledak. Dodhy hampir menyerah.

“Aku bilang, kalau single ke-16 ini nggak laku, Kangen Band aku bungkus,” ujarnya.

Lalu Keajaiban itu Datang

‘Cinta Sampai Mati’: Titik Balik Kehidupan

Single ke-16 yang dirilis pada 2022 berjudul “Cinta Sampai Mati” meledak di pasaran dan mengubah segalanya. Lagu itu bukan hanya memulihkan nama Kangen Band, tapi juga mengangkat kembali perekonomian para personelnya.

“Setelah itu, aku bisa beli rumah lagi, kendaraan, dan mulai bangun usaha sebagai produser,” ujar Dodhy.

Ia kemudian mengorbitkan Ziell Ferdinan dan terkejut melihat bagaimana industri musik bisa memberikan peluang luar biasa.

“Baru orbitin satu artis saja, hasilnya miliaran. Di situ aku sadar, ini bidangku. Ini yang harus aku tekuni,” katanya.

Pesan Kehidupan dari Seorang Penyintas Keterpurukan

Perjalanan jatuh-bangun ini meninggalkan pelajaran besar bagi Dodhy.

“Kalau bukan bidang kita, jangan coba-coba. Aku sudah buktiin. Kita harus sadar diri: yang kita bisa itu apa, ya itu yang diperdalam. Dan kalau lagi di atas, jangan terlena.”

Dari kehilangan empat rumah, konflik band, hingga hampir menyerah dan malu pulang kampung, Dodhy dan Kangen Band membuktikan bahwa keterpurukan bukan akhir. Selama ada kemauan untuk memperbaiki diri, kesempatan kedua selalu muncul—bahkan bisa jauh lebih besar dari sebelumnya. (Dari berbagai sumber)

Editor: Dudung
WWW.MDI.NEWS