width=
width=

Distribusi MBG Dialihkan dari Sekolah ke Panti Istana Yatim Yayasan Dharma Jakarta Timur

MDI.NEWS, Jakarta—-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula diperuntukkan bagi sekolah-sekolah dialihkan ke Panti Istana Yatim Yayasan Dharma Kasih, Jakarta Timur. Pengalihan ini dilakukan setelah adanya pemberitahuan mendadak terkait kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah sekolah penerima.

Pengalihan distribusi tersebut terjadi pada pekan ini, menyusul informasi dari pihak sekolah yang baru disampaikan pada malam hari sebelumnya. Akibatnya, bahan baku makanan yang telah dibeli dan diproses di dapur MBG tidak dapat disalurkan sesuai rencana awal.

Perwakilan dapur MBG, Adriansyah, menjelaskan bahwa distribusi biasanya difokuskan ke sekolah-sekolah. Namun, karena kondisi mendesak, makanan yang sudah siap akhirnya dialihkan ke panti asuhan dan juga disalurkan kepada warga terdampak banjir.

“Awalnya distribusi memang ke sekolah. Tapi karena kami baru mendapat kabar malam hari sekitar pukul 21.00 bahwa sekolah PJJ, sementara bahan baku sudah dibeli dan dimasak, akhirnya kami alihkan ke panti atau ke korban terdampak banjir,” ujar Adriansyah.

[Suasana penuh haru dan kebersamaan mewarnai doa bersama anak-anak yatim binaan YDKJT yang digelar untuk owner MBG Alika. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus permohonan ridho atas segala nikmat dan keberkahan, dipimpin oleh Ustazah Siti Wardah./MDI.NEWS]
Ia menambahkan bahwa dapur MBG yang beroperasi saat ini memiliki keterbatasan fasilitas dan kapasitas tempat. Dapur tersebut pada dasarnya hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan distribusi harian, sehingga tidak memungkinkan untuk menampung kelebihan produksi dalam jumlah besar.

“Untuk tempatnya memang terbatas karena hanya disiapkan untuk kebutuhan di sini saja. Belanja bahan bakunya juga dalam jumlah besar, jadi memang harus segera didistribusikan,” katanya.

Menurut Adriansyah, pengalihan distribusi ini bersifat sementara dan masih menunggu arahan lanjutan dari pihak terkait. Selama ini, distribusi rutin dilakukan setiap hari Jumat, namun jadwal tersebut masih bisa berubah menyesuaikan kebijakan dan kondisi di lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerataan program MBG di tahun ini masih menjadi tantangan, mengingat belum semua sekolah menerima manfaat program tersebut. Selain itu, pembangunan dapur MBG baru masih terus berlangsung di berbagai wilayah.

“Dapur kami saja kapasitas maksimalnya sekitar 4.000 porsi per hari. Di beberapa wilayah lain bahkan belum ada dapur. Harapannya ke depan program ini bisa lebih merata, termasuk untuk balita dan ibu menyusui melalui posyandu,” tutupnya.  (Red).

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS