MDI.NEWS | Jakarta – Belum reda gelombang kritik netizen soal aksinya berjoget diiringi musik horeg, anggota DPR RI sekaligus Sekjen PAN, Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal dengan nama Eko Patrio, kembali menuai sorotan publik.
Alih-alih menenangkan suasana dengan permintaan maaf, Eko justru melontarkan sindiran kepada netizen yang mengkritiknya.
Dalam sebuah kesempatan, pria kelahiran Jakarta, 30 Desember 1970 ini membuka pidatonya dengan guyonan yang dianggap menyinggung. “Jangan jauh-jauh, kalau jauh entar saya goyah lagi. Apalagi tadi ngelihat joget, takut joget saya. Kalau saya joget viral malah entar yah,” ucap Eko, Selasa (26/8/2025).
Namun, pernyataan itu tidak dianggap lucu. Netizen menilai sikap Eko seperti menantang kritik rakyat yang selama ini menyoroti kinerjanya di parlemen. “Bukannya diem malah banyak ngomong,” tulis salah satu komentar pedas di media sosial.
Sebagai informasi, Eko pertama kali dilantik menjadi anggota DPR RI pada 1 Oktober 2009. Kini, ia kembali dilantik untuk periode 2024–2029 bersama ratusan anggota dewan lainnya pada 1 Oktober 2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, turut menyoroti sikap Eko. Menurutnya, permintaan maaf yang sempat disampaikan Eko Patrio tidaklah tulus dan justru terkesan defensif.
“Permintaan maaf Eko hari ini justru tidak substansial, karena lebih ditujukan kepada elite dan kader PAN, bukan kepada publik,” kata Heru.
Heru menambahkan, aksi joget Eko yang diduga dilakukan di kantor DPP PAN jelas melukai perasaan masyarakat. Apalagi, isu tersebut mencuat di tengah situasi sensitif terkait kenaikan gaji DPR. “Sikap Eko ini mencerminkan pengecut, karena ia tidak secara tegas mengakui kesalahan di hadapan publik,” tegas Heru.
Kini, citra Eko Patrio di mata publik kian tertekan. Gelombang kritik yang awalnya hanya soal joget viral, justru melebar menjadi isu serius soal tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
Imam Setiadi – Media Duta Indonesia







