MDI.NEWS, Jakarta — Forka Films menghadirkan film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah yang mengangkat perjalanan emosional seorang perempuan setelah kembali dari penjara. Film yang dibintangi Putri Marino sebagai Pertiwi tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Jumat (2/9/2026).
Kisah Empat Musim Pertiwi berpusat pada kepulangan Pertiwi setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Kepulangan itu bukan sekadar perjalanan kembali ke kampung halaman, melainkan menjadi proses bagi Pertiwi untuk menghadapi masa lalu, trauma, luka, serta berbagai persoalan yang selama ini ditinggalkannya.
Lanskap Bromo menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer film. Keindahan alam tersebut dipadukan dengan tata busana bernuansa cowboy western, sehingga perjalanan Pertiwi terasa seperti sebuah pengembaraan panjang. Visual tersebut sekaligus memperkuat nuansa misteri dan kegelisahan yang mengikuti perjalanan tokoh utama.
Melalui karakter Pertiwi, penonton diajak melihat bagaimana seseorang dapat tumbuh dari pengalaman pahit dan menemukan kembali dirinya. Pertiwi kemudian menemukan rasa memiliki bersama orang-orang yang selama ini berada di pinggiran kehidupan masyarakat. Film ini juga membawa gagasan bahwa kepulangan dapat menjadi proses untuk menghadapi sesuatu yang pernah ditinggalkan.
Penulis sekaligus sutradara Kamila Andini mengatakan kisah Pertiwi berkaitan dengan ketidakadilan dan trauma kolektif. Perjalanan tokoh utama juga memperlihatkan bagaimana seseorang yang berada dalam kondisi rapuh tetap dapat menemukan kekuatan dan menjadi sumber kekuatan bagi orang lain.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain,” ujar Kamila Andini.
Dari sisi penggarapan, Empat Musim Pertiwi memadukan sejumlah genre, mulai dari drama, suspense thriller, misteri hingga fiksi ilmiah. Pendekatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang imersif dan membuat penonton mengikuti perjalanan Pertiwi tidak hanya melalui cerita, tetapi juga melalui suasana serta pengalaman visual yang dibangun sepanjang film.
Produser Ifa Isfansyah mengatakan penayangan khusus yang telah dilakukan sebelumnya memberikan respons emosional dari penonton. Ia berharap pengalaman menonton film tersebut dapat membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya kepedulian dan sikap saling menjaga.
“Empat Musim Pertiwi sudah melakukan special screening dan saya merasakan dampak emosional yang dialami penonton. Di balik cinematic experience yang imersif, penonton merasa relate dengan situasi saat ini. Saya harap film ini bisa menyadarkan pentingnya untuk kita semua saling menjaga,” ujar Ifa Isfansyah.
Putri Marino mengungkapkan bahwa dirinya melakukan persiapan khusus untuk mendalami karakter Pertiwi. Ia berusaha memahami pengalaman dan kondisi batin tokoh tersebut, antara lain melalui kegiatan membaca buku. Selain Putri Marino, film ini turut dibintangi Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Ayub Antoh, dan almarhum Donikus.
“Karakter Pertiwi sebenarnya adalah perempuan muda, tapi jiwanya sebenarnya sudah melampaui usianya. Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dan salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku, untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami Pertiwi,” kata Putri Marino.
Selain dijadwalkan tayang di Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi telah terpilih sebagai wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Oscar 2027. Film ini sebelumnya menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) dan dijadwalkan tampil di Busan International Film Festival (BIFF) pada tanggal yang sama dengan perilisan di Indonesia.
Film tersebut juga akan melanjutkan perjalanan festival ke Tokyo International Film Festival dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026. Sebagai proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi merupakan produksi bersama enam negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia, dengan dukungan sejumlah mitra produksi dan kolaborator, termasuk Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. (***)






