Mdinews, Bantar Gebang, 20 Juni 2025 — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Bantar Gebang menggelar kegiatan bertajuk “Antisipasi Potensi Ancaman dan Gangguan Kamtibmas” di Kantor Kecamatan Bantar Gebang. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta, yang merupakan perwakilan dari empat kelurahan se-Kecamatan Bantar Gebang, masing-masing mengirimkan 10 wakil warga yang aktif di lingkungannya.
Dengan tujuan membangun kesiapsiagaan warga terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kegiatan ini menghadirkan dialog antara unsur pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Bapak Nesan Sujana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencegahan konflik sosial harus dimulai dari penguatan nilai kebersamaan.
“Perpecahan itu muncul kalau unsur sarat tidak dikelola dengan baik. Maka kita harus gabungkan solidaritas dan kerja sama,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Polsek Bantar Gebang, AKP Karna, menyoroti lemahnya komunikasi antarwarga sebagai salah satu penyebab mudahnya celah keamanan muncul di kawasan padat penduduk.
“Di perumahan ada ratusan KK, tapi kalau tidak ada komunikasi dan koordinasi, kita tidak tahu siapa keluar masuk. Ini yang bisa jadi celah gangguan keamanan,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dipandu oleh Ketua FKDM Kecamatan Bantar Gebang, H. M. Daud Salim, peserta juga diajak berdiskusi aktif mengenai berbagai potensi ancaman yang berkembang di lingkungan, seperti konflik sosial, kenakalan remaja, penyebaran hoaks, dan aktivitas mencurigakan di wilayah permukiman.
Menutup kegiatan, Ketua FKDM Kota Bekasi, H. Dedi Hidayat, S.E., menyampaikan harapan agar hasil sosialisasi ini tidak berhenti di ruangan diskusi saja. Ia berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan FKDM di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap apa yang disampaikan dalam forum ini bisa diteruskan kepada masyarakat luas. Dan saya juga berpesan, jangan segan untuk melaporkan segala bentuk potensi ancaman atau hal-hal mencurigakan. Kewaspadaan dini adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan aparatur dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. (Aji)







