MDINEWS | Bekasi – Kalau dulu banyak orang takut dibilang nggak laku karena belum nikah, generasi sekarang justru punya ketakutan lain: takut nggak punya duit. Yup, generasi Z Indonesia kini lebih was-was soal isi dompet daripada soal pasangan hidup.
Survei Dentsu kuartal II 2025 menunjukkan 40 persen Gen Z hanya bisa memenuhi sebagian kebutuhan bulanannya. Riset Sun Life Indonesia bahkan menemukan 92 persen generasi ini terdampak inflasi, dan hampir separuhnya mengaku kesulitan menjaga kestabilan finansial. Wajar saja, harga kebutuhan makin naik, tapi gaji sering tak ikut naik cepat.
Padahal, soal menikah, keinginan itu masih ada. Data IDN Research Institute (2024) mencatat 73,7 persen Gen Z tetap ingin menikah, tapi nggak sekarang. Survei Populix (2023) bilang 58 persen Gen Z menunda pernikahan karena merasa belum siap secara finansial dan mental. Mereka lebih memilih fokus ke karier, healing, atau ngumpulin tabungan dulu.
Menariknya, survei Jakpat (Agustus 2025) juga menunjukkan 43 persen Gen Z berencana menikah dalam waktu dekat, tapi 45 persen lainnya masih ragu-ragu. Rata-rata, mereka menilai biaya nikah ideal ada di kisaran Rp50–100 juta angka yang bikin banyak anak muda mikir dua kali sebelum melangkah ke pelaminan.
Jadi jangan heran kalau banyak anak muda sekarang bilang, “Nikah sih pengin, tapi duitnya belum ada.” Buat Gen Z, sukses bukan cuma soal status pernikahan, tapi soal stabil secara finansial dan mental dulu.
Intinya, generasi ini nggak takut sendirian mereka cuma takut kalau rekeningnya kosong.







