width=
width=

Grand Opening Bekasi Berkebaya Meriah, Dihadiri Tokoh Nasional dan Perwakilan Internasional

Sumber: MDI NEWS/Lena

MDI NEWS – Acara Grand Opening Bekasi Berkebaya yang digelar pada 10 Februari 2026 berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengangkat kembali kecintaan terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus simbol identitas perempuan Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ibu Wiwik selaku Pendamping Wali Kota Bekasi, Ibu Fatma Syaifulloh Yusuf dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ibu Wuri Handayani selaku Wakil Wali Kota Bekasi, serta Ibu Sekda selaku istri Sekretaris Daerah Kota Bekasi. Turut hadir pula Yahya, salah satu perwakilan dari Konselor Kebudayaan Iran, yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan diplomasi budaya.

Dalam sambutannya, Ibu Wiwik menyampaikan bahwa Bekasi Berkebaya bukan sekadar ajang peragaan busana tradisional, tetapi juga gerakan budaya yang mendorong perempuan untuk bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari komunitas dan keluarga, serta didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ibu Fatma Syaifulloh Yusuf menilai kegiatan seperti Bekasi Berkebaya memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas nasional dan membangun karakter generasi muda melalui kecintaan terhadap budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya berjalan seiring dengan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Ibu Wuri Handayani, juga mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam mempromosikan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Kehadiran perwakilan Konselor Kebudayaan Iran turut memberi warna tersendiri dalam acara tersebut, mencerminkan semangat pertukaran budaya dan penguatan hubungan antarbangsa melalui jalur kebudayaan.

Grand Opening Bekasi Berkebaya diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari peragaan kebaya, penampilan seni budaya, hingga sesi interaktif yang melibatkan komunitas perempuan dan generasi muda. Antusiasme peserta dan tamu undangan menunjukkan bahwa kebaya tetap relevan dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bekasi diharapkan dapat menjadi salah satu pusat penggerak pelestarian kebaya di tingkat daerah, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

WWW.MDI.NEWS