width=
width=

Hari Pers Nasional, Ketua Umum AsMEN Nurkholis: Pers Harus Merdeka dari Pendidikan dan Ekonomi

Mdi News Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Ketua Umum Asistensi Media Nasional (AsMEN), Nurkholis, menegaskan bahwa kemerdekaan pers tidak cukup hanya dimaknai sebagai kebebasanmenyampaikan informasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui kemandirian pendidikan dan ekonomi pers.

Menurut Nurkholis, tantangan utama pers nasional saat ini bukan lagi sekadar tekanan politik atau kekuasaan, melainkan persoalan kualitas sumber daya manusia dan ketergantungan ekonomi yang masih tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Pers yang merdeka adalah pers yang wartawannya memiliki pendidikan yang memadai, beretika, dan profesional. Tanpa pendidikan yang kuat, kemerdekaan pers bisa kehilangan arah dan mudah disalahgunakan,” ujar Nurkholis dalam keterangannya, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional.

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas jurnalis melalui pendidikan, pelatihan, dan literasi media harus menjadi agenda utama seluruh organisasi pers. Pendidikan yang baik, lanjutnya, akan melahirkan insan pers yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, keberanian moral, dan tanggung jawab sosial.

Selain aspek pendidikan, Nurkholis juga menyoroti kemandirian ekonomi pers sebagai syarat mutlak kemerdekaan. Ia menilai banyak media masih berada dalam posisi rentan karena bergantung pada kepentingan tertentu, baik iklan, sponsor, maupun kekuatan modal, sehingga berpotensi memengaruhi objektivitas pemberitaan.

“Pers yang bergantung secara ekonomi akan sulit bersikap independen. Oleh karena itu, pers harus memiliki kekuatan ekonomi sendiri agar dapat berdiri tegak dan bebas dari intervensi,” tegasnya.
Asistensi Media Nasional (AsMEN), kata Nurkholis, berkomitmen untuk mendorong ekosistem pers yang lebih mandiri melalui penguatan kelembagaan media

,pengembangan unit usaha media, serta kolaborasi ekonomi antarorganisasi pers. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan media yang sehat secara finansial tanpa mengorbankan idealisme jurnalistik.

Dalam momentum Hari Pers Nasional ini, Nurkholis juga mengajak seluruh insan pers untuk kembali pada nilai-nilai dasar jurnalistik, yakni kebenaran, keberimbangan, dan kepentingan publik. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menjaga demokrasi, serta menjadi jembatan informasi yang terpercaya bagi masyarakat.

“Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi pilar demokrasi. Ketika pers kuat secara pendidikan dan ekonomi, maka demokrasi akan semakin sehat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ketua Umum AsMEN berharap peringatan Hari Pers Nasional menjadi momentum refleksi dan konsolidasi bagi seluruh insan pers untuk memperjuangkan kemerdekaan pers yang utuh, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Selamat Hari Pers Nasional. Semoga pers Indonesia semakin merdeka, berdaulat, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkas Nurkholis

WWW.MDI.NEWS