width=
width=

Hilangnya 80 Ton Bantuan di Bener Meriah, Gubernur Aceh Mualem Minta Kapolda & Pangdam Turun Tangan

Gubernur Aceh menginfokan 80 ton bantuan hilang. (foto: Instagram/@Muzakirmanaf1964)

MDINEWS | Bekasi – Bener Meriah Polemik besar terjadi di Kabupaten Bener Meriah setelah laporan hilangnya bantuan logistik sebanyak 80 ton untuk korban bencana mencuat ke publik. Insiden ini menimbulkan keresahan luas karena bantuan tersebut seharusnya segera disalurkan kepada warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah titik.

Menurut informasi dari pemerintah daerah, bantuan puluhan ton itu terdiri dari beras, mie instan, air mineral, selimut, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan. Namun ketika dilakukan pengecekan ulang di gudang penyimpanan, jumlah bantuan tidak sesuai dengan data distribusi, sehingga memunculkan dugaan penyimpangan.

Gubernur Aceh, Mualem, merespons cepat laporan tersebut. Dalam pernyataannya pada Kamis (11/12/2025), ia menegaskan bahwa hilangnya bantuan dalam jumlah besar merupakan tindakan tak bermoral dan tidak dapat ditoleransi.

Mualem meminta Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda untuk turun tangan langsung mengusut kasus ini, memastikan tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi bencana untuk keuntungan pribadi.

“Ini menyangkut nyawa rakyat. Bantuan yang harusnya sampai ke korban malah hilang. Saya minta aparat bergerak cepat, temukan siapa yang bermain,” tegas Mualem.

Di sisi lain, masyarakat Bener Meriah juga menuntut transparansi penuh dari pemerintah daerah. Banyak warga mengaku belum menerima bantuan memadai sejak awal bencana, sehingga dugaan penyimpangan ini memperburuk kekecewaan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah petugas terkait proses distribusi dan pengelolaan logistik. Pemerintah provinsi juga menginstruksikan audit menyeluruh untuk memastikan alur penerimaan hingga penyaluran bantuan dapat ditelusuri secara jelas.

Kasus ini dipastikan menjadi perhatian serius pemerintah Aceh, mengingat bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian. Pemerintah berjanji mengumumkan perkembangan penyelidikan secara berkala kepada publik demi menjaga kepercayaan masyarakat.

WWW.MDI.NEWS